- Tolak Pengosongan Sepihak, Jemaat POUK Chapel USU Surati Rektor Minta Audiensi
- TMP Sukseskan Liga Top Skor Batam 2026, Wagub Nyanyang Lepas Dua Tim Wakili Kepri ke Babak Nasional
- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
SPAM Siantan Tetap Beroperasi, Pemdes Klarifikasi Isu Penghentian

Keterangan Gambar : Pemdes Tarempa Selatan rapat bahas masalah SPAM
MELAYUNEWS.COM - ANAMBAS - Pemerintah Desa (Pemdes) Tarempa Selatan menggelar rapat bersama masyarakat membahas terkait penyaluran air bersih melalui Sistem Penyedia Air Minum (SPAM).
Rapat tersebut dilaksanakan di aula Kantor Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas pada Senin, 17 Maret 2025.
Kepala Desa Tarempa Selatan, Surianto mengatakan bahwa rapat tersebut membahas tentang bagaimana untuk membantu biaya operasional petugas SPAM yang sejak Januari 2025 lalu sudah tidak menerima gaji karena sedang dalam masa peralihan status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Pemerintah desa memfasilitasi, ya inisiatifnya dari RT, RW dan masyarakat tentunya. Kasian petugasnya, Pemda kan sudah tak bayar gaji mereka lagi jadi mereka tak ada pendapatan," ucap Surianto saat diwawancarai usai melaksanakan rapat.
Maka dari itu, hasil dari rapat tersebut disimpulkan bahwa akan menerapkan pungutan berupa iuran kepada masyarakat yang menggunakan SPAM di Desa Tarempa Selatan.
Untuk berapa nominal yang akan dipungut, masih dalam tahap pembahasan yang akan dimusyawarahkan kepada masyarakat.
"Berapa nominalnya, kita akan musyawarahkan lagi bersama masyarakat melalui RT dan RW setempat nanti," sebutnya.
Surianto juga menerangkan bahwa pendistribusian air bersih melalui SPAM kepada masyarakat Desa Tarempa Selatan sampai dengan saat ini masih berjalan normal seperti biasanya.
"Sepengetahuan saya sampai dengan sekarang ini tetap berjalan normal seperti biasanya. Sampai saya tanya sama pak Pendi (petugas air di Desa Tarempa Selatan) mereka tidak ada menutup air," terangnya.
Ia pun sedikit heran dengan pemberitaan oleh beberapa media yang menyatakan bahwa SPAM Siantan tidak mendistribusikan air bersih ke wilayah Desa Tarempa Selatan.
"Mungkin ada beberapa titik yang terkendala mendapatkan air, mungkin karena pipanya bocor ataupun tersumbat. Terkendala itu, mungkin orang SPAM lah yang tau. Yang jelas kalau secara total itu tidak ada diberhentikan," jelasnya. (Red)



















































