- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas terus menyalurkan bantuan air bersih ke dua lokasi yang terdampak kekeringan seiring meningkatnya kebutuhan air pada puncak musim kemarau.
Kepala BPBD Kepulauan Anambas, Rovaniyadi mengatakan, ada beberapa lokasi Tanki air di kawasan Tarempa dan Desa Sri Tanjung yang dilakukan pengisian bantuan air bersih.
"Sejauh ini titik lokasi tanki air yang kita distribusikan secara rutin, mulai gang Sonok, Belanak, Sadang (Desa Tarempa Barat) dan Kawasan Komplek Perumahan Angkatan Laut, Usman Harun Desa Sri Tanjung." Kata Rovan Selasa (28/07/2026). 
Namun, kata Rovan pihaknya juga melayani pendistribusian kepada seluruh warga yang terdampak.
"Ya, untuk warga yang melapor juga kita layani" lanjutnya
Ia menjelaskan, Desa Tarempa Barat dan Desa Sri Tanjung hampir setiap tahun mengalami kekurangan pasokan air saat musim kemarau.
"Karena itu kebutuhan air bersih warga harus dibantu melalui penyaluran atau pendistribusian air dari BPBD," ujarnya.
BPBD akan terus memantau perkembangan dampak musim kemarau. Distribusi air baku akan terus dilakukan.
"Hingga saat ini, kita distribusikan air kepada masyarakat kira kira 18 ton per hari.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih segera melapor kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.(Ferengki)














































