- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memberikan manfaat bagi para siswa sekolah.
Program ini juga turut menggerakkan ekonomi lokal sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah pusat.
Untuk itu pasokan bahan pangan diprioritaskan dari petani sekitar untuk memenuhi pasokan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan ini menjadi berkah tersendiri bagi para petani.
Seperti yang dirasakan oleh Hasan, petani yang membuka lahan kebun sayur di Desa Tarempa Selatan, hasil panen kebunnya dibeli oleh dapur SPPG Desa Tarempa Barat.
Ia mengaku, menjadi salah satu penyuplai sayuran kepada pihak dapur SPPG Desa Tarempa Barat dan telah lama dilakukan.
"Setiap hari (selain hari libur) dan boleh dibilang dari awal SPPG tersebut beroperasi," ujar Hasan, Senin (21/07/2026)
Selain itu, menurut pria 51 tahun tersebut, menjual hasil panen sayur kepada pihak SPPG lebih praktis dan lebih kompetitif.
"Uangnya lebih mudah dan harganya juga relatif stabil, " tambahnya.
Ia juga berkomitmen dalam menjaga standar kualitas sayur yang akan disuplay terhadap dapur SPPG, karena ia berharap dapat melanjutkan kerjasama dalam jangka waktu yang panjang.
"Saya menjaga, terutama dari kualitas dan juga harga, begitu, agar bisa berkelanjutan. Intinya tidak mau hanya sesaat, "tuturnya.
Sementara, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tarempa Barat, Mesy Arsita menjelaskan, menampung hasil panen petani lokal tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pangan berkualitas, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
"Sesuai dengan arahan serta aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN), dimana bukan hanya kualitas bahan baku saja yang diprioritaskan, tetapi juga harus merangkul UMKM serta petani lokal. Hal ini tidak kalah penting dimana diharapkan dengan mengambil hasil panen dari petani lokal ini dapat membangun perputaran ekonomi di daerah setempat, "terang Mesy Arsita. (Ferengki).














































