- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
Dinkes Anambas Deteksi Dini Penyebaran Virus Nipah

Keterangan Gambar : Pelaksana Tugas (PLT) kepala dinas kesehatan kabupaten kepulauan Anambas, Fery
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dinas kesehatan kabupaten Kepulauan Anambas mengambil langkah cepat dalam menghadapi isu penyebaran virus Nipah yang dilaporkan kembali ditemukan di negara kawasan Asia.
Pelaksana Tugas (PLT) kepala dinas kesehatan kabupaten kepulauan Anambas, Fery mengatakan, saat ini di Anambas belum ada ditemukan kasus virus Nipah.
Meski keberadaan virus Nipah belum ditemukan di kabupaten Kepulauan Anambas, akan tetapi pihak dinas kesehatan kepulauan Anambas telah melakukan langkah langkah pendeteksian dini dan upaya pencegahan.
"Sampai sejauh ini belum ada kita temui, nanun kita sudah menghimbau kepada seluruh Puskesmas untuk penyebar luasan informasi kepada masyarakat, " ucap Fery (03/02/2026).
Kondisi geografis provinsi Kepulauan Riau, salah satunya daerah kabupaten Kepulauan Anambas yang berbatasan langsung dengan negara asing, meningkatkan resiko masuknya virus Nipah dari luar , untuk itu sejumlah langkah pencegahan dilakukan di pintu masuk kedatangan orang dari luar
"Untuk itu kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak dinas kesehatan provinsi dan KKP untuk memperkuat screening di pintu masuk (pelabuhan dan bandara), " terang Fery.
Virus Nipah sendiri diketahui pertama kali muncul di Malaysia pada tahun 1998 Virus ini dikabarkan dapat menyebabkan demam, sakit kepala, dan gangguan pernapasan.
Fery juga menghimbau agar seluruh masyarakat Anambas tetap menjaga kondisi kebugaran tubuh dan kebersihan lingkungan.(Ferengki).

















































