- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan

Keterangan Gambar : Kajari Anambas, Sigit Sugiarto SH, MH
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala Kejaksaan Negeri Anamabas (Kejari) mengimbau Pemerintah Kabupaten serta seluruh masyarakat agar waspada terhadap aksi penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri maupun institusi Kejari.
Masyarakat diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan oknum yang mengaku sebagai pejabat kejaksaan dan meminta sejumlah uang dengan alasan alasan tertentu.
Imbauan tersebut disampaikan Kajari Anambas , Sigit Sugiarto. SH. MH menyusul adanya laporan pencatutan nama dirinya dan nama Kepala Seksi Pidana Umum, Erwin Napitupulu dalam beberapa waktu terakhir.
"Apabila terdapat masyarakat,OPD, instansi pemerintah, maupun pihak lainnya yang menerima komunikasi serupa atau mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan nama Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas, diharapkan segera menghubungi Kejari Anambas melalui kantor secara langsung atau melalui kanal komunikasi resmi yang dimiliki Kejari Anambas, "ujar Kajari Anambas, Sigit Sugiarto melalui Kasi intelijen, Adjudian Syafitra, Selasa (07/07/2026).
Kejari Anambas juga menegaskan, bahwa seluruh permintaan yang diajukan dengan mengatasnamakan Kejari Anambas merupakan aksi penipuan oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan tidak ada kaitannya dengan institusi Kejaksaan.
Adjudian juga mengatakan, pelaku tidak hanya menghubungi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten kepulauan Anambas.
"Pelaku juga menghubungi pihak pihak instansi lain, dengan modus meminta transfer uang, bantuan dana hadiah, fasilitas dan berbagai macam alasan" lanjut Adjudian.
Dari sekian banyak masyarakat, OPD, dan instansi vertikal lainnya yang dihubungi oleh pelaku tidak ada yang menjadi korban.
"Alhamdulillah, berkat pencegahan dini yang kita lakukan sebelumnya tidak ada yang menjadi korban. Sebelumnya kita sudah sering mensosialisasikan kepada masyarakat, untuk tidak mudah mempercayai apabila ada pihak pihak yang mengatasnamakan Kejaksaan, "tuturnya.(ferengki/jhn)

















































