- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
Omset Koperasi Menurun, Kopamber Genjot Keanggotaan ASN

Keterangan Gambar : Ketua Kopamber Anambas, Yohanes Maria Vianey Sawu
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Ketua Koperasi Pegawai Anambas Bermadah (Kopamber) menargetkan minimal Rp 125 juta per bulan untuk biaya operasional sekaligus meningkatkan aset koperasi.
Koperasi yang berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas saat ini masih fokus bergerak dalam pola simpan pinjam.
Ketua Kopamber Anambas, Yohanes Maria Vianey Sawu mengatakan bahwa sejak pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2022, target pemasukan keuangan koperasi jauh menurun.
Hal itu karena sebelumnya saat manajemen penggajian belum berubah, iuran langsung dipotong. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh BPK, tidak boleh lagi dilakukan pemotongan tetapi pembayaran secara mandiri.
"Nah, sejak pembayaran mandiri itu, itu terjadi penurunan yang cukup banyak," ucap Yohanes saat diwawancarai Jabatnews.com di Ruang Lobi Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Selasa (08/04/2025).
Yohanes juga mengungkapkan bahwa saat ini aset koperasi masih dibawah Rp 2 miliar dan aset yang ada pada anggota koperasi ada berkisar Rp 1,5 miliar.
Secara perhitungan, jika aset pada anggota ada Rp 1,5 miliar dengan termin maksimal sepuluh bulan, artinya setiap bulan koperasi ada pemasukan sebesar Rp 150 juta. Itu pokoknya, belum termasuk jasa koperasi.
"Tetapi realnya sampai dengan bulan Februari 2025 kemarin itu uang yang masuk ke koperasi hanya berkisar Rp 30 juta sampai Rp 60 juta," ujarnya.
Hal ini cukup berisiko, karena bisa menyebabkan koperasi tidak bisa berjalan dengan maksimal.
Namun pada RAT tahun 2023, pihaknya menyepakati untuk melakukan pemotongan iuran melalui bank dan itu sudah ada kebijakannya.
"Kemudian kita buat MOU tahun 2024, namun realisasinya baru bulan Maret 2025 kemarin dilaksanakan, sehingga ada pemasukan berkisar hampir Rp 300 juta. Udah dua kali lipat itu dari target," sebutnya.
Agar Kopamber ini bisa terus berkembang, Yohanes pun berharap supaya semua ASN di lingkungan Pemkab Kepulauan Anambas bisa dan wajib menjadi anggota.
Untuk saat ini, anggota Kopamber Anambas ada sebanyak 600 orang namun yang aktif hanya sebanyak 267 orang.
"Saat ini anggota Kopamber masih sedikit, berkisar 10 persen lah dari total seluruh ASN yang ada,"ujarnya.(red).






































.jpg)












