- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa

Keterangan Gambar : Bupati Aneng duduk bersama warga.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi listrik yang sering padam membuat sejumlah besar masyarakat Anambas marah. Kemarahan masyarakat terhadap pelayanan listrik PLN diluapkan dengan mendatangi kantor ULP PLN Tarempa, Selasa malam (20/10/2026).
Kedatangan massa ke kantor ULP PLN Tarempa bertujuan ingin menemui manajer PLN Anambas, Fachri Refi namun dirinya tidak ada di tempat.
Mengetahui manajer PLN tidak ada dibtempat, massa bertolak ke rumah dinas Bupati, di jalan imam Bonjol, kelurahan Tarempa
Saat massa berada di rumah dinas, situasi sempat memanas hingga akhirnya Bupati Aneng menemui warga secara langsung.
Aneng mendengarkan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat yang sudah lama resah akibat pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Saat itu massa meminta Bupati Aneng untuk memanggil Fachri agar datang ke Rumah Dinas untuk menjelaskan persoalan pemadaman listrik yang membuat masyarakat geram.
Setelah menyampaikan tuntutan kepada bupati, warga masih harus menunggu kedatangan Fachri.
Keberadaan manager PLN tersebut sempat tidak diketahui, sementara waktu terus berlalu tanpa kepastian kapan ia akan datang
Lebih dari satu jam menunggu, warga mulai kembali gelisah. Mereka berharap Fachri segera muncul agar keluhan yang selama ini mereka rasakan bisa disampaikan langsung kepada pihak PLN.
Melihat kondisi tersebut, Aneng berupaya menurunkan ketegangan. Ia tidak hanya meminta warga bersabar, tetapi juga mengajak mereka beristirahat sejenak sembari menunggu kedatangan Fachri.
"Sambil kita tunggu Manager PLN. Ini saya ada air dan rokok. Mari kita minum dan merokok dulu. Biar hati tenang, jangan panas, sejukkan hati dulu," kata Aneng kepada warga.
Ajakan itu menjadi salah satu cara Aneng meredam emosi masyarakat yang sudah terlanjur memuncak.
Ia berusaha menjaga agar situasi tetap terkendali sembari menunggu pihak PLN datang memberikan penjelasan.
Massa kemudian duduk di bawah sambil menunggu Fachri. Di tengah kekecewaan akibat pemadaman listrik, mereka tetap bertahan di rumah dinas bupati dengan harapan persoalan tersebut mendapat jawaban yang jelas.
Upaya Aneng menenangkan warga menjadi bagian penting dari situasi malam itu. (ferengki)
































.jpg)
















