Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
Reporter : MELAYUNEWS.COM 22 Okt 2026, 13:42:31 WIB ANAMBAS
Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa

Keterangan Gambar : Bupati Aneng duduk bersama warga.


MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi listrik yang sering padam membuat sejumlah besar masyarakat Anambas marah. Kemarahan masyarakat terhadap pelayanan listrik PLN diluapkan dengan mendatangi kantor ULP PLN Tarempa, Selasa malam (20/10/2026). 

‎Kedatangan massa ke kantor ULP PLN Tarempa bertujuan ingin menemui manajer PLN Anambas, Fachri Refi namun dirinya tidak ada di tempat.

‎Mengetahui manajer PLN tidak ada dibtempat, massa bertolak ke rumah dinas Bupati, di jalan imam Bonjol, kelurahan Tarempa 

‎Saat massa berada di rumah dinas, situasi sempat memanas hingga akhirnya Bupati Aneng menemui warga secara langsung. 

‎Aneng mendengarkan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat yang sudah lama resah akibat pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

‎Saat itu massa meminta Bupati Aneng untuk memanggil Fachri agar datang ke Rumah Dinas untuk menjelaskan persoalan pemadaman listrik yang membuat masyarakat geram.

‎Setelah menyampaikan tuntutan kepada bupati, warga masih harus menunggu kedatangan Fachri. 

‎Keberadaan manager PLN tersebut sempat tidak diketahui, sementara waktu terus berlalu tanpa kepastian kapan ia akan datang

‎Lebih dari satu jam menunggu, warga mulai kembali gelisah. Mereka berharap Fachri segera muncul agar keluhan yang selama ini mereka rasakan bisa disampaikan langsung kepada pihak PLN.

‎Melihat kondisi tersebut, Aneng berupaya menurunkan ketegangan. Ia tidak hanya meminta warga bersabar, tetapi juga mengajak mereka beristirahat sejenak sembari menunggu kedatangan Fachri.

‎"Sambil kita tunggu Manager PLN. Ini saya ada air dan rokok. Mari kita minum dan merokok dulu. Biar hati tenang, jangan panas, sejukkan hati dulu," kata Aneng kepada warga.

‎Ajakan itu menjadi salah satu cara Aneng meredam emosi masyarakat yang sudah terlanjur memuncak. 

‎Ia berusaha menjaga agar situasi tetap terkendali sembari menunggu pihak PLN datang memberikan penjelasan.

‎Massa kemudian duduk di bawah sambil menunggu Fachri. Di tengah kekecewaan akibat pemadaman listrik, mereka tetap bertahan di rumah dinas bupati dengan harapan persoalan tersebut mendapat jawaban yang jelas.

‎Upaya Aneng menenangkan warga menjadi bagian penting dari situasi malam itu. (ferengki) 

‎





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;