- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas, Japrizal.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tidak dapat dirasakan sebagian besar oleh masyarakat.Kesibukan bekerja menjadi salah satu kendala. Kendala tersebut bukan disebabkan oleh persyaratan atau administrasi, namun dikarenakan kesibukan warga yang bekerja sebagai nelayan yang lebih banyak menghabiskan waktunya di laut.
Berprofesi sebagai nelayan memaksa sebagian besar dari mereka tidak selalu berada di tempat tinggal saat petugas kesehatan datang untuk melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal mengatakan, hingga saat ini masih banyak warga yang belum mengakses layanan CKG.
Selain terkendala oleh pekerjaan, sebagian dari masyarakat juga belum terlalu memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan.
“Sejauh ini cukup banyak warga yang belum mengakses layanan. Hal ini karena pekerjaan, seperti nelayan dan pekerja bagan, sehingga warga tidak berada di wilayah saat petugas berkunjung,” kata Japrizal, Senin, (19/10/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu mengubah pola pikir dalam menjaga kesehatan. Pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami keluhan atau jatuh sakit.
“Fokus CKG adalah skrining untuk upaya pencegahan sebelum sakit. Jadi, jangan menunggu sampai sakit baru melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Melalui program CKG masyarakat dapat menjalani berbagai pemeriksaan secara gratis, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, kesehatan jiwa, kesehatan gigi, serta skrining tuberkulosis (TBC).
Selain itu, pemerintah juga memberikan pelayanan gratis untuk pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, remaja, anak sekolah, hingga kelompok lanjut usia (lansia).
Pemerintah berharap dengan layanan ini dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan penanganan maupun pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih serius.
Pemerintah sendiri telah membentuk Tim CKG di setiap Puskesmas untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Untuk memaksimalkan hasil program CKG, Puskesmas juga melakukan jemput bola, untuk menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan atau kesulitan datang untuk menjalani pemeriksaan.
Japrizal mencontohkan, Puskesmas Jemaja Timur memiliki inovasi CEKAT CKG, sedangkan Puskesmas Tarempa menjalankan kunjungan rumah untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga.
"Puskesmas berinovasi dalam layanan CKG untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan. Salah satunya melalui inovasi CEKAT CKG di Puskesmas Jemaja Timur dan kunjungan rumah CKG oleh Puskesmas Tarempa,” jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan layanan jemput bola masih juga menghadapi kendala. Salah satunya adalah keterbatasan jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang harus membagi waktu antara melayani pasien di puskesmas dan melakukan pemeriksaan langsung ke masyarakat.
Japrizal juga menyebutkan, beberapa kebutuhan yang masih perlu diperhatikan antara lain alat rontgen portabel atau portable X-ray untuk skrining TBC serta perangkat dan stik pemeriksaan kolesterol lengkap atau profil lipid.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Dinas Kesehatan menyiasatinya dengan menugaskan dokter dari fasilitas kesehatan terdekat lainnya agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lebih maksimal.(ferengki)






































_jpg.jpg)











