- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan

Keterangan Gambar : Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas saat koordinasi dengan Kementan.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI terkait pengembangan kawasan pertanian di Pulau Jemaja.
Koordinasi tersebut membahas pengembangan lahan baru serta pertanian berbasis inovasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani di wilayah tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Anambas, Ayub, mengatakan Pulau Jemaja memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan pertanian di daerah perbatasan tersebut.
Menurutnya, potensi itu semakin didukung dengan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi yang dinilai sudah cukup baik.
"Di Jemaja ini potensinya sangat besar. Infrastruktur irigasi juga sudah bagus sehingga tinggal kita dorong pengembangan kawasan dan dukungan untuk para petani," ujar Ayub, Rabu (26/08/2026)
Selain infrastruktur irigasi, pemerintah juga berencana membangun fasilitas Bulog di Pulau Jemaja. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung pengelolaan hasil produksi petani.
Karena itu, Komisi II DPRD Anambas mendorong Kementerian Pertanian memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian yang memadai kepada masyarakat.
Ayub menyebut bantuan tersebut penting agar petani tidak hanya mengandalkan peralatan secara manual dalam mengelola lahan pertanian.
"Kami meminta dan mendorong Kementan pusat agar membantu petani kita dengan alat-alat yang memadai. Ini untuk mendukung suksesnya ketahanan pangan di Jemaja dan Anambas," katanya.
Dalam koordinasi tersebut, Komisi II juga menyampaikan kebutuhan petani kepada lima direktorat jenderal di lingkungan Kementan.
Pertama, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta benih diusulkan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).
Kedua, pengembangan tanaman padi dan pembukaan lahan baru didorong melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Ketiga, pengembangan komoditas sayuran diusulkan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura.
Selanjutnya, Komisi II juga mendorong dukungan untuk pembangunan embung pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.
Sementara untuk komoditas kelapa, bantuan dan pengembangannya akan diarahkan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan. Komoditas tersebut dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan di Pulau Jemaja.
Ayub menegaskan, hasil koordinasi dengan Kementan akan ditindaklanjuti dengan menyampaikannya kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Kami akan menyampaikan hasil pertemuan ini kepada OPD terkait, termasuk kepada masyarakat, khususnya yang bergerak di bidang pertanian dan pangan," ucapnya.
Ia berharap informasi mengenai persyaratan dan mekanisme pengajuan bantuan dari pemerintah pusat dapat segera diketahui masyarakat. Dengan begitu, petani di Pulau Jemaja dapat mempersiapkan kebutuhan administrasi agar bantuan dari pemerintah pusat bisa direalisasikan.
"Kami ingin masyarakat tahu apa saja persyaratan untuk mendapatkan bantuan dari pusat. Kalau persyaratannya sudah jelas, kita bisa bersama-sama mempersiapkannya agar program ini benar-benar bisa dirasakan petani," kata Ayub.(Ferengki).







































_jpg.jpg)











