- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas

Keterangan Gambar : Erwin peternak ayam.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dibalik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari dinikmati anak-anak sekolah, tersimpan cerita sederhana tentang manfaat yang ikut dirasakan masyarakat pelaku usaha ternak.
Salah satunya Erwin, seorang peternak unggas yang sehari-harinya mengumpulkan limbah makanan dari SPPG Tarempa Barat dan kemudian diolah menjadi pakan ternak miliknya.
Dengan izin dari pihak SPPG, dirinya memanfaatkan limbah makanan dari SPPG seperti nasi, sayuran, hingga potongan buah-buahan yang tidak habis dikonsumsi untuk dijadikan tambahan pakan ternakny
Pria berbadan gempal tersebut mengaku limbah makanan dari SPPG Tarempa Barat itu akan dicampur dengan bahan bahan lainnya sebelum diberikan untuk ayam dan bebek miliknya.
"Kita masak dulu lalu dicampur dengan ampas kelapa, ampas tahu dan pakan pabrikan (pelet unggas)," jelas Erwin. Senin (17/08/2026).
Menurutnya, dengan adanya limbah makanan dari SPPG tersebut sangat membantu dirinya dalam mengurangi belanja pakan ternak.
"Sangat membantu ya, saya bisa menghemat sekitar 40% belanja pakan. Biasanya belanja pakan itu berkisar empat sampai lima juta rupiah per bulan," terang Erwin.
Hasil pantauan di lokasi, unggas dalam peternakan milik Erwin berjumlah ratusan ekor lebih yang terdiri dari ayam kampung, entok dan ayam kampung unggul.
"Untuk ayam kampung kisaran 100 ekor, entok ada 160 ekor dan ayam kampung unggul berkisar 150 ekor, " lanjutnya.
Ia berharap, program MBG dapatvterus berjalan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anak anak di sekolah, namun juga memberi berkat bagi peternak peternak kecil lokal.(Ferengki).
Editor: Jhon



































.jpg)














