- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
- Wali Kota Medan Buka Pekan Budaya Medan 2026
- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas

Keterangan Gambar : Erwin peternak ayam.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dibalik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari dinikmati anak-anak sekolah, tersimpan cerita sederhana tentang manfaat yang ikut dirasakan masyarakat pelaku usaha ternak.
Salah satunya Erwin, seorang peternak unggas yang sehari-harinya mengumpulkan limbah makanan dari SPPG Tarempa Barat dan kemudian diolah menjadi pakan ternak miliknya.
Dengan izin dari pihak SPPG, dirinya memanfaatkan limbah makanan dari SPPG seperti nasi, sayuran, hingga potongan buah-buahan yang tidak habis dikonsumsi untuk dijadikan tambahan pakan ternakny
Pria berbadan gempal tersebut mengaku limbah makanan dari SPPG Tarempa Barat itu akan dicampur dengan bahan bahan lainnya sebelum diberikan untuk ayam dan bebek miliknya.
"Kita masak dulu lalu dicampur dengan ampas kelapa, ampas tahu dan pakan pabrikan (pelet unggas)," jelas Erwin. Senin (17/08/2026).
Menurutnya, dengan adanya limbah makanan dari SPPG tersebut sangat membantu dirinya dalam mengurangi belanja pakan ternak.
"Sangat membantu ya, saya bisa menghemat sekitar 40% belanja pakan. Biasanya belanja pakan itu berkisar empat sampai lima juta rupiah per bulan," terang Erwin.
Hasil pantauan di lokasi, unggas dalam peternakan milik Erwin berjumlah ratusan ekor lebih yang terdiri dari ayam kampung, entok dan ayam kampung unggul.
"Untuk ayam kampung kisaran 100 ekor, entok ada 160 ekor dan ayam kampung unggul berkisar 150 ekor, " lanjutnya.
Ia berharap, program MBG dapatvterus berjalan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anak anak di sekolah, namun juga memberi berkat bagi peternak peternak kecil lokal.(Ferengki).
Editor: Jhon



































_jpg.jpg)
















