- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Kadisbudpar Batam Kunjungi Meisisebo, Sejarah Jepang Ada di Sembulang

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, melihat Tugu Jepang di Sembulang, Galang, Selasa (9/2/2021). /Ilham
KORANBATAM.COM - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengunjungi Meisisebo, penanda Jepang punya sejarah di Kelurahan Sembulang, Galang, Selasa (9/2/2021). Tugu itu dibangun pada Tahun 1981, untuk mengenang serdadu Jepang yang meninggal di Sembulang.
Ardi menjelaskan, tugu tersebut dibangun 23 Agustus 1981 oleh Rempang Frienship Association (RFA), sebuah lembaga non profit yang dibentuk oleh warga Jepang, untuk mengenang serdadu Jepang yang tewas saat menunggu kepulangan mereka ke negaranya pasca pemerintah Jepang bertekuk lutut di tangan sekutu.

Keterangan gambar : Foto tentara-tentara Jepang diabadikan di Tugu Jepang yang berada di Sembulang, Galang.
“Dari 112.708 ada 128 serdadu meninggal saat menunggu kepulangan,” kata Ardi.
Kini, jejak peninggalan Jepang berdiameter 3 meter itu menjadi jejak peninggalan sejarah di pulau yang berseberangan dengan Singapura dan Malaysia itu. Sebagai gambaran, di tugu tersebut terpampang nama-nama Tentara Jepang yang meninggal di Sembulang, lengkap dengan foto-fotonya masing-masing.
“Ini menjadi bukti sejarah, dan akan kita gaungkan agar menjadi magnet wisatawan ke Batam, khususnya bagi wisman asal Jepang,” kata dia.
Ardi menyampaikan, pihaknya bakal membuat Tim Ahli Cagar Budaya di Kota Batam. Dengan adanya tim tersebut, potensi peninggalan bersejarah di Batam bakal di-kurasi dan dijadikan koleksi Museum Batam Raja Ali Haji.

Keterangan gambar : Nama-nama tentara Jepang yang meninggal di Sembulang, Galang.
“Disbudpar Batam juga mempunyai penggiat budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kita bakal melakukan ekspedisi di Gunung Kandap, Galang, informasinya di sana adalah nol kilometernya Batam,” ucapnya.
Selain wisata sejarah, Kecamatan Galang juga punya banyak destinasi wisata yang memesona. Mulai dari pantai, pulau, karang biru. Tak hanya itu, Galang juga bakal memiliki destinasi wisata paralayang dan akan berkerja sama dengan TNI Angkatan Udara. Adapun lokasinya berada di Bukit Gendang, Kawasan Hutan Konservasi Taman Baru, Pulau Rempang Galang.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat Galang untuk mengembangkan Musuem Batam Raja Ali Haji. Masyarakat Galang bisa menginformasikan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Disbudpar Kota Batam tentang benda peninggalan bersejarah yang ada di Galang.
“Kita sekarang punya Musuem Batam Raja Ali Haji, jika ada benda bersejarah bisa sampaikan, supaya kita masukkan ke Musuem Batam Raja Ali Haji agar terjaga dan menjadi sumber pengetahuan,” katanya.
(ilham)

















































