- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Dapil Jemaja, Ayub.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten kepulauan Anambas, Ayub desak pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk membantu warga pulau Jemaja yang terdampak krisis air bersih.
Menurutnya krisis air bersih yang dialami warga disebabkan kerusakan pada pompa air milik Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sistem Penyediaan Air Minum di wilayah tersebut.
Selain karena kerusakan pompa, menurunnya debit air yang disebabkan kemarau juga menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis air bersih.
Untuk itu, ia meminta pihak pihak terkait segera mengambil langkah yang sama seperti di pulau Siantan, dalam menyediakan air bersih bagi warga yang terdampak.
"Saya meminta kepada dinas terkait agar segera menyediakan tanki air di beberapa lokasi dekat dengan rumah warga yang terdampak, seperti yang dilakukan di Siantan." ucap Ayub, Kamis (13/08/2026)
Menurutnya, penyaluran air bersih yang dilakukan di Siantan merupakan solusi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.
"Di pulau Siantan sudah dilakukan oleh dinas PUPR dan lainnya, menyalurkan air ke tanki tanki dekat pemukiman warga yang terdampak. Harapan saya hal yang sama juga dilakukan di pulau Jemaja" ujarnya
Ia juga mengatakan, persoalan krisis air bersih yang terjadi saat ini harus dicarikan solusi untuk jangka panjang.
Sementara itu kepala dinas PUPRPRKP saat dikonfirmasi mengatakan, kalau di daerah Letung tidak menggunakan mesin pompa air seperti yang disebutkan. Ia juga mengatakan, menrunnya debit air membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penampungan.
"Di daerah Letung kita tidak menggunakan mesin pompa. Debit airnya jg sudah menyusut, butuh 22 jam waktu tampungan. Untuk sementara kita gunakan skema pembagian 1 hari pelayanan dan 2 hari tidak ada pelayanan" jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat, agar hemat menggunakan air
"Kami jg menghimbau kepada masyarakat untuk berhemat menggunakan air bersih, dikarenakan kita sudah masuk musim kemarau," pesannya. (Tanjung)







































_jpg.jpg)











