- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ketua Komisi II DPRD Anambas Minta Pemkab Amankan Stok Sembako

Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Anambas, Ayub.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi cuaca di wilayah Anambas mulai memasuki angin kencang serta gelombang tinggi, bahkan pada Sabtu (29/11/2025) lalu, pelayaran Ferry VOC atau Seven Star telah dibatalkan berlayar karena kondisi cuaca yang buruk.
Kondisi cuaca buruk seperti ini memang selalu terjadi pada saat memasuki akhir tahun, yang mana biasanya masyarakat Anambas menyebutnya musim Utara.
Belajar dari tahun tahun sebelumnya, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Anambas, Ayub mendorong Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah mitigasi (mengamankan) bahan pokok sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.
Menurut Ayub, kondisi cuaca ekstrem sudah mulai terasa dan berpotensi semakin memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, pemerintah diminta tidak menunda langkah pengamanan stok bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat.
“Sekarang sudah masuk cuaca ekstrem. Kita tidak bisa menebak, dari sekarang bahan pokok harus disediakan,” ujar Ayub, Minggu (30/11/2025)
Ia menjelaskan, bahwa daerah kepulauan seperti Anambas sangat bergantung pada transportasi laut dalam memasok kebutuhan pokok sehari-hari. Ketika kapal tidak bisa berlayar, pasokan bahan pokok otomatis terhenti.
Jika hal itu terjadi, masyarakat akan langsung merasakan dampaknya, mulai dari berkurangnya stok hingga melambungnya harga sejumlah bahan pokok. Kondisi seperti ini, menurutnya, selalu berulang setiap musim cuaca ekstrem.
“Kondisi ini harus tanggap, jangan sampai setiap tahun berulang-ulang harga naik, stok kosong karena transportasi. Itu alasan klasik,” tegasnya.
Langkah preventif menjadi solusi terbaik. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan distributor demi memastikan ketersediaan stok sembako tercukupi selama cuaca ekstrem.
Ayub juga meminta agar mitigasi bahan pokok dilakukan secara terukur dan tetap diawasi dengan ketat agar tidak menimbulkan praktik yang merugikan masyarakat.(ferenki)

































.jpg)
















