- Gandeng IZI, JNE Medan Dorong Pertumbuhan UMKM melalui Program Lapak Berkah
- DFSK Perkenalkan Emblem Baru Kenderaan Komersial di PEVS 2026, Tandai Penguatan Identitas Lini Produk
- Polda Kepri Tebar Sembako dan Silaturahmi, Warga Demak Siap Pertahankan Kondusivitas Batam
- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
Wakil Ketua KPPAD Anambas Kunjungi Sekolah, Pastikan Hak Pendidikan Anak Terpenuhi

Keterangan Gambar : Wakil Ketua KPPAD Anambas saat berkunjung ke sekolah di Palmatak
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Anambas, Yessi Susilawati, S.Pd melakukan kunjungan pengawasan terhadap beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas salah satunya sekolah yang ada di kecamatan Palmatak, Selasa (29/3/2022). Secara kualitas, pembelajaran jarak jauh pasti sangat berpengaruh pada kemampuan anak-anak dalam menerima dan memahami proses pembelajaran yang diberikan oleh para guru.
"Kita tahu bahwa keterbatasan ini, bukanlah semata terjadi pada Indonesia saja bahkan dunia luar pun ikut merasakan dampak yang kurang baik ini. Ditambah lagi dengan keterbatasan akses internet sehingga menyulitkan bagi sebagian masyarakat. Selama pembelajaran jarak jauh, mau tidak mau pihak orang tua harus menyediakan kuota internet untuk anaknya,"kata Yessi kepada media ini, Selasa (29/3/2022).
Dia menambahkan, untuk mensukseskan proses pembelajaran secara daring ini perlu semua pihak bersinergi. Inilah tujuan kita untuk melakukan pengawasan dengan turun langsung ke lapangan yaitu ke salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Palmatak.
"Ada beberapa sekolah yang memang kesulitan dalam memberikan materi pelajaran dan tak jarang para guru mendatangi langsung dari rumah ke rumah demi terlaksananya pelaksanaan pembelajaran daring yang benar,"ujarnya.
Dia berharap dengan adanya penerapan PTM ini anak akan mendapatkan hak pendidikannya dengan baik dan benar sesuai dengan aturan undang-undang Perlindungan Anak. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah untuk menghindari kehilangan pembelajaran (learning loss) saat ini adalah dengan menggelar pendidikan tatap muka, namun masih dalam jumlah ataupun dengan kondisi yang terbatas.
"Sekolah bisa menjalankan proses pembelajaran tatap muka tetapi harus menjalankan beberapa macam ketentuan sesuai anjuran pemerintah seperti menjalankan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak," ujarnya.
Menurutnya dengan menggunakan masker mencuci tangan secara rutin serta penerapan kebiasaan hidup bersih selama berada di lingkungan sekolah. Maka dari inilah peran dan tanggung jawab kami dalam upaya pengawasan di masa pandemi covid-19 untuk memastikan bahwa anak-anak senantiasa bisa mendapatkan pendidikan dengan baik. (red)



















































