- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
- Peresmian 1.061 KMP Nasional, Bobby Nasution Sebut Koperasi Jadi Penguat Ekonomi Rakyat
- PKK Anambas Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip
Urai Kemacetan, Dishub LH Anambas Lakukan Rekayasa Jalan

Keterangan Gambar : Kepala Dishub dan LH Anambas, Ekodesi.
KORANBATAM.COM - Menjelang hari raya Idulfitri, jalan utama kota Tarempa terlihat padat aktivitas sehingga menjadi macet karena selain kondisi jalan yang sempit, banyaknya parkir keendaraan juga penyebab terjadinya kemacetan. Untuk mengatasi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Anambas melakukan rekayasa jalan dengan menutup pintu masuk di depan Masjid Jamik, Tarempa, sehingga lalulintas satu arah dan bisa mengurai kemacetan.
Salah satu pengendara motor, Mirza, mengaku jalan yang sempit ditambah parkir keendaraan menjadi macet, beruntung petugas Dishub berada di lokasi dan mengatur lalulintas sehingga bisa melalui jalan utama Hangtuah.
“Untung saja dibuat satu jalur, kalau tidak pasti macet, tak bisa lewat karena motor dari arah berlawanan sudah penuh. Setelah jalan ditutup dan satu arah jalan perlahan semakin longgar dan bisa lewat,” ujarnya kepada media ini, Selasa (11/5/2021).

Keterangan gambar: Petugas Dishub Anambas, mengatur arus lalulintas.
Dikonfirmasi Kepala Dishub dan LH Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas, Ekodesi, mengatakan, rekayasa penutupan jalur masuk dari arah masjid Jamik itu dilakukan karena padatnya arus lalulintas. Hal ini terlihat saat menjelang hari raya idul fitri masyarakat bertumpuk satu tempat sehingga perlu dianalisis dan dialihkan agar lalulintas keendaraan roda dua bisa lewat.
“Benar, kita lakukan rekayasa penutupan jalur masuk roda dua arah Masjid Jami'k. Situasi jalan yang sempit dan ada dua jalur makanya jadi macet. Melihat kondisi ini, kita arahkan anggota dilapangan untuk menutup satu jalur sehingga tidak bentrok dan akhirnya jalan lancar,” katanya.
Dia menambahkan, setelah situasi jalan kembali normal, jalan dibuka kembali. Kepadatan ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang datang dari pulau untuk belanja kebutuhan di pasar Tarempa.
“Kalau jalan sudah lancar kita buka kembali, ini hanya sebentar agar kemacetan terurai. Setelah itu, kita buka seperti biasa. Mungkin banyaknya masyarakat datang kesini untuk belanja makanya terjadi penumpukan disekitar pasar,” ujar dia.
(Jhon)



















































