- Gandeng IZI, JNE Medan Dorong Pertumbuhan UMKM melalui Program Lapak Berkah
- DFSK Perkenalkan Emblem Baru Kenderaan Komersial di PEVS 2026, Tandai Penguatan Identitas Lini Produk
- Polda Kepri Tebar Sembako dan Silaturahmi, Warga Demak Siap Pertahankan Kondusivitas Batam
- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
Urai Kemacetan, Dishub LH Anambas Lakukan Rekayasa Jalan

Keterangan Gambar : Kepala Dishub dan LH Anambas, Ekodesi.
KORANBATAM.COM - Menjelang hari raya Idulfitri, jalan utama kota Tarempa terlihat padat aktivitas sehingga menjadi macet karena selain kondisi jalan yang sempit, banyaknya parkir keendaraan juga penyebab terjadinya kemacetan. Untuk mengatasi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Anambas melakukan rekayasa jalan dengan menutup pintu masuk di depan Masjid Jamik, Tarempa, sehingga lalulintas satu arah dan bisa mengurai kemacetan.
Salah satu pengendara motor, Mirza, mengaku jalan yang sempit ditambah parkir keendaraan menjadi macet, beruntung petugas Dishub berada di lokasi dan mengatur lalulintas sehingga bisa melalui jalan utama Hangtuah.
“Untung saja dibuat satu jalur, kalau tidak pasti macet, tak bisa lewat karena motor dari arah berlawanan sudah penuh. Setelah jalan ditutup dan satu arah jalan perlahan semakin longgar dan bisa lewat,” ujarnya kepada media ini, Selasa (11/5/2021).

Keterangan gambar: Petugas Dishub Anambas, mengatur arus lalulintas.
Dikonfirmasi Kepala Dishub dan LH Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas, Ekodesi, mengatakan, rekayasa penutupan jalur masuk dari arah masjid Jamik itu dilakukan karena padatnya arus lalulintas. Hal ini terlihat saat menjelang hari raya idul fitri masyarakat bertumpuk satu tempat sehingga perlu dianalisis dan dialihkan agar lalulintas keendaraan roda dua bisa lewat.
“Benar, kita lakukan rekayasa penutupan jalur masuk roda dua arah Masjid Jami'k. Situasi jalan yang sempit dan ada dua jalur makanya jadi macet. Melihat kondisi ini, kita arahkan anggota dilapangan untuk menutup satu jalur sehingga tidak bentrok dan akhirnya jalan lancar,” katanya.
Dia menambahkan, setelah situasi jalan kembali normal, jalan dibuka kembali. Kepadatan ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang datang dari pulau untuk belanja kebutuhan di pasar Tarempa.
“Kalau jalan sudah lancar kita buka kembali, ini hanya sebentar agar kemacetan terurai. Setelah itu, kita buka seperti biasa. Mungkin banyaknya masyarakat datang kesini untuk belanja makanya terjadi penumpukan disekitar pasar,” ujar dia.
(Jhon)



















































