- Polda Kepri Tebar Sembako dan Silaturahmi, Warga Demak Siap Pertahankan Kondusivitas Batam
- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
Tim SAR dan Gabungan Lakukan Pencarian Nelayan Hilang saat Mencari Umpan

Keterangan Gambar : Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap nelayan hilang, Jumat(6/1/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Salahsatu nelayan asal Siantan dinyatakan hilang karena pompong yang dikendarai nelayan tersebut ditemukan tanpa awak kapal. Kepala Kantor SAR Natuna, Mexianus menceritakan korban pergi melaut dari pulau Nyamuk di tanggal 4 Januari diketahui korban(Ashadi) bermalam di pulau Lintang bersama nelayan lain.
Kemudian di pagi dini hari tanggal 5 Januari 2023 korban berencana berangkat bersama untuk mencari umpan namun korban berangkat terlebih dahulu. Pada sekitar pukul 7.00 WIB ditemukan pompong nelayan tanpa awak yang diyakini pompong korban.
Sekitar pukul 9.40 WIB Pos SAR Anambas menerima laporan dari nelayan Anambas kemudian informasi diteruskan kepada Kantor SAR Natuna untuk di tindaklanjuti. Hingga dengan sore hari (05/01) pukul 17.10 WIB Kantor SAR Natuna melalui Pos SAR Anambas bersama Potensi SAR dari TNI/POLRI, BPBD, HNSI dan masyarakat nelayan telah melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pompong di temukan yang merupakan titik duga korban hilang.
"Upaya koordinasi dan pencarian telah kita upayakan bersama masyakat nelayan dan TNI/POLRI, BPBD, HNSI. Hingga dengan sore tadi pencarian kita hentikan sementara terkait cuaca dan gelombang yang dilaporkan dari tim di lapangan mencapai 2-4 meter. Namun upaya koordinasi masih kita lakukan dengan pihak instansi terkait, " ujar Mexi saat di konfirmasi, Jumat (6/1/2023). (red )







































.jpg)











