- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Strategi Jemput Bola untuk Percepat Vaksinasi Covid-19 di Kota Batam

Keterangan Gambar : Vaksinasi Covid-19 di depan halaman Stampvol Bar & Restaurant, Kampung Bule, Sungai Jodoh, Kecamatan Batuampar, Batam, Selasa (8/6/2021) malam. Foto/Ilham/KORANBATAM.COM
KORANBATAM.COM - Stakeholder di Kota Batam bersinergi dalam menyukseskan vaksinasi Covid-19. Salah satu upayanya ialah dengan menerapkan strategi menjemput bola.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 01/Batam Timur, Kapten Infanteri HP Bangun, mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk mendata dan menjaring warga yang belum divaksin.
“Jadi kita sekarang ini jemput bola. Seperti pada Senin (7/6/2021) kemarin, telah dilaksanakan serbuan teritorial vaksinasi mobile Covid-19 oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam di dua lokasi yakni di Kez’s Bakery dan Pandora Batamcentre, Batam,” ujarnya, Rabu (9/6/2021).
Selain Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tetap dibuka setiap hari untuk vaksinasi, pihaknya juga langsung terjun ke tempat-tempat keramaian mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Dalam melakukan dan melaksanakan kegiatan jemput bola ini, lanjut Bangun, pihaknya belum menemukan hambatan yang terlalu berdampak signifikan. Akan tetapi, luas dan padatnya penduduk Kota Batam sehingga mengalami kesulitan menjangkaunya.
“Hambatan memang belum ada. Tetapi, sangking luasnya dan padatnya penduduk ini, ya inilah kesulitannya. Ada yang jauh tak bisa ke Puskesmas, inilah pungsi kita jemput bola. Harapannya, agar lebih cepat pelaksanaan vaksinasi di Batam. Sejauh ini aman-aman saja,” ujarnya.
Sementara Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan bahwa para pelaku pariwisata yang ada di Kota Batam sudah hampir semuanya melaksanakan vaksinasi Covid-19. Di antaranya Travel Agent, sopir dan lainnya.
Hal tersebut, menurut Ardi, merupakan pertanda baik. Jika seandainya nanti pintu masuk bagi wisatawan mancanegara atau asing dibuka kembali.
“Ini merupakan pertanda baik. Bahwa kita siap nantinya, seandainya, wisatawan kembali dibuka pintu gatenya. Berarti dari personalnya kita sudah siap,” ujar Ardi.
Strategi jemput bola dalam vaksinasi Covid-19 tersebut ialah untuk menekan potensi terpapar virus korona pada kelompok rentan Lansia (Lanjut Usia) dan juga sekaligus mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 secara nasional demi mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.
(iam)


















































