- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
Rapat Bersama Pemprov Kepri, Amsakar Sampaikan Empat Poin Penting Penanganan Covid-19 di Batam

Keterangan Gambar : Rapat Bersama Pemprov Kepri Penanganan Covid-19 di Batam.
KORANBATAM.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir dalam Rapat Evaluasi Lanjutan tentang Penanganan Covid-19 dan Percepatan Vaksinasi serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tingkat Provinsi Kepri.
Dalam rapat yang digelar secara daring ini, Amsakar setidaknya menyampaikan empat hal utama. Pertama perihal vaksinasi untuk para pekerja.
Dirinya kembali memperjuangkan vaksinasi untuk kalangan tersebut. Hal ini seperti yang ia sampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, dan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, beberapa waktu lalu.
“Saya sampaikan kepada pak Gubernur (Ansar Ahmad), bagaimana agar Batam mendapatkan 400 ribu vaksin Sinopharm atau vaksin gotong-royong untuk Naker industri kita,” kata Amsakar, Kamis (27/5/2021).
Amsakar secara intens memperjuangkan hal ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, dari sekitar 1,2 juta penduduk Batam lebih kurang 400 ribu merupakan kalangan Naker Industri. Angka sebanyak itu memberikan data yang cukup signifikan bagi program vaksinasi di Batam.
“Segmen pelayan publik sudah pada angka 80 persen, lalu vaksinasi lanjut usia (Lansia) sedang kami push. Secara umum capaian kita tinggi, tapi masyarakat umum terutama Naker Industri belum begitu banyak yang divaksinasi,” ujarnya.
Kedua, lanjut Amsakar, menyampaikan tentang perkembangan Pos Komando (Posko) PPKM di Batam yang cukup masif. Untuk diketahui, saat kunjungan presiden, Rabu (19/5/2021) lalu, baru terbentuk 157 posko dan kini sudah mencapai 2.375 posko yang tersebar di seluruh Batam dan akan terus meningkat.
Pada praktiknya dalam beberapa kesempatan, Amsakar menghadiri peresmian posko-posko tersebut sembari mensosialisasikan prokes dan mengingatkan tentang tugas pokok dan fungsi PPKM sehingga terus menekan perkembangan Covid-19.
“Melalui PPKM ini tergambar kerja kolektif, di dalamnya melibatkan Lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan para tokoh. wakil Gubernur (Wagub) tadi mengapresiasi perkembangan PPKM di Batam,” ujarnya.
Hal yang ketiga yang Amsakar sampaikan tentang isolasi mandiri. Seperti arahan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, isolasi mandiri dipusatkan di Asrama Haji. Pada lokasi ini tersedia 420 tempat tidur.
“Dalam hal ini, kami hanya minta dukungan untuk biaya konsumsi yang diisolasi,” katanya.
Kemudian keempat tentang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk melalui Batam. Lokasi-lokasi isolasi bagi PMI sebelum kembali ke daerah masing-masing akan dipantau terus menerus.
“Artinya tidak ada lagi persoalan perihal PMI yang masuk ke Batam,” ucapnya.

















































