- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
Pulungan: Kritik Elemen Masyarakat Terhadap Pj Walikota Pekanbaru Dinilai Terlalu Dini

Keterangan Gambar : Pulungan pengurus FPK Kota Pekanbaru. (ist)
MELAYUNEWS.COM, PEKANBARU - Tokoh masyarakat Pekanbaru, Pulungan menyayangkan sikap beberapa elemen masyarakat yang memberikan statmen atau kritik terlalu dini terhadap Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa. Dimana Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa diakitkan dengan tingginya angka pengangguran dan beberapa masalah sosial masyarakat padahal baru menjabat.
" Kita sangat menyayangkan sikap atau statmen adek-adek terhadap Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa yang kita nilai terlalu dini. Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa baru menjabat dan kita menilai kritikan tersebut salah sasaran dan tidak tepat," ujar Pulungan saat diwawancarai melalui selular, Rabu (12/6/2024).
Pulungan menilai sikap dari elemen sebelum mengkritik sebaiknya koreksi terlebih dahulu apa yang dikritiknya. Apalagi dalam suatu jabatan tentunya ada seleksi dan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
" Mendagri atau Dirjen di Kemendagri sebelum menunjuk tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Kita juga bisa menilai seseorang baru saja menjabat sudah dikaitkan masalah tingginya pengangguran apa masuk akal, kritik boleh saja asalkan rasional dan logika," ujarnya.
Sementara salahsatu tokoh masyarakat lainnya, Syahril Abu Bakar menyampaikan, kritik bisa saja dilontarkan namun harus di analisa terlebih dahulu, apakah akar permasalahannya. Selain itu apakah sudah tepat apa yang disampaikan, karena sesuatu hal itu harus dikaji terlebih dahulu sebelum disampaikan ke ranah publik.
"Saya yakin dan percaya pak Risnandar Mahiwa bukan anti kritik. Namun kita sebagai masyarakat harus jeli apa yang layak dikritik apa yang kurang tepat. Saya juga yakin masyarakat Kota Pekanbaru sudah pintar dan tau mana yang baik dan tepat untuk dijadikan pembahasan,"katanya.(red).

















































