- Polsek Siantan Gelar Nonton Bareng Piala Dunia
- Aneng Minta Cabor Anambas Siapkan Atlit Hadapi Porprov November Mendatang
- Sambut Ulang Tahun Polres Anambas Gotong - royong Bersihkan Rumah Ibadah
- Wali Kota Medan Kerahkan Armada Damkarmat Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
- Jelang HUT Ketiga, Parsibo Berbagi Sukacita dan Motivasi Bersama Anak Yatim di Medan
- Tolak Pengosongan Sepihak, Jemaat POUK Chapel USU Surati Rektor Minta Audiensi
- TMP Sukseskan Liga Top Skor Batam 2026, Wagub Nyanyang Lepas Dua Tim Wakili Kepri ke Babak Nasional
- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
PT Raya Padang Langkat Buka Pos Kesehatan untuk Layani Warga di 20 Desa

Keterangan Gambar : PT Raya Padang Langkat membuka posko kesehatan di Kantor Kebun Afdeling 10, Desa Marlempang, Kecamatan Marlempang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (20/12).
MELAYUNEWS.COM, LANGKAT - Menindak lanjuti bantuan bagi masyarakat terdampak banjir akhir November lalu, PT Raya Padang Langkat membuka posko kesehatan di Kantor Kebun Afdeling 10, Desa Marlempang, Kecamatan Marlempang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (20/12).
Sebanyak delapan tim medis, termasuk empat dokter dari Medan (dr. Ihsan Nasution, dr. Azkarunia M, dr. Esther Anastasia, dan dr. Syafrida), didatangkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pemberian obat-obatan.
Setidaknya tercatat 70 warga telah mendapatkan bantuan, termasuk belasan anak-anak.
Salah seorang warga, Dani mengatakan, dengan adanya posko kesehatan ini warga merasa terbantu karena jarak yang dekat dengan pemukiman mereka.
"Puskesmas di desa kita belum beroperasi maksimal pasca banjir, jadi kita harus jauh ke kota untuk berobat," ujar Dani.
Sementara menurut dr. Ihsan Nasution, sebagian besar warga yang berobat mengeluhkan sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, dan gatal-gatal.
"Ini disebabkan karena pemukiman masih terendam air dan lumpur; ketika kering, lumpur menjadi debu yang terhirup warga," jelasnya.
Layanan kesehatan ini akan terus berjalan untuk melayani tidak hanya warga masyarakat, tetapi juga karyawan PT Rapala yang bermukim di areal kebun. (SP)


















































