- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat
- Rico Waas Berbaur Bersama Warga di Gebyar Kemerdekaan Medan Kota
Orderan Dibatalkan Dispatcher Grab Bandara, Ratusan Driver Online Geruduk Bandara Hang Nadim

Keterangan Gambar : Ratusan driver online roda dua maupun roda empat mendatangi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Sabtu (23/8/2025). Foto : MELAYUNEWS.COM
Orderan Dibatalkan Dispatcher Grab Bandara, Ratusan Driver Online Geruduk Bandara Hang Nadim
MELAYUNEWS.COM, BATAM – Ratusan driver online roda dua maupun roda empat mendatangi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Sabtu (23/8/2025). Aksi ini dipicu insiden sehari sebelumnya, ketika seorang dispatcher Grab Area Bandara membatalkan pesanan langsung dari ponsel penumpang, sehingga memicu keresahan driver online batam.
Kepala Bidang Media dan Informasi Aliansi Driver Online Batam (ADOB), Erwinsyah Baharuddin, menegaskan bahwa insiden tersebut dianggap sebagai bentuk arogansi.
“Kawan-kawan mendengar sendiri, orderan pelanggan dibatalkan oleh pihak Grab Bandara dari HP penumpang. Ini jelas melanggar dan merugikan driver. Wajar kalau teman-teman merasa marah dan resah,” tegas Erwin kepada wartawan di lokasi.
Menurut Erwin, sehari sebelum aksi, perwakilan ADOB sudah menemui manajemen Grab Batam untuk meminta penjelasan. Namun, penjelasan yang disampaikan perwakilan Grab justru semakin menimbulkan keresahan.
“Kemarin kawan-kawan sudah datang ke kantor Grab. Perwakilan mereka, saudara Riyo Ahmad, malah menyebut layanan roda dua juga ikut di-lock di area bandara. Padahal setahu kami tidak ada aturan begitu. Pernyataan itu justru bikin situasi semakin panas,” jelasnya.
Para driver yang sudah menunggu selama empat jam di Bandara Hang Nadim mengaku kecewa karena pihak Grab Batam tidak hadir, meski sudah diminta langsung oleh kepolisian setempat.
“Kami tunggu berjam-jam, tapi tidak ada satu pun dari Grab Batam yang datang. Kalau tidak berani mewakili Grab, jangan bekerja di Grab. Itu yang bikin teman-teman semakin kecewa,” kata Erwin dengan nada kesal.
Respons Bandara dan Grab
Situasi sempat menegang, namun tetap terkendali. Bambang Supriyono, VP Services Airport Hang Nadim Batam, bersama pihak Polsek Bandara akhirnya turun menemui massa. Ia berjanji akan membawa persoalan ini ke tingkat pimpinan.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan driver karena masih menjaga kondusifitas. Masalah ini akan kami laporkan ke pimpinan, dan dalam waktu dekat kita duduk bersama semua pihak untuk mencari solusi,” ujar Bambang.
Sementara itu, Rahman, selaku dispatcher Grab Bandara yang disebut-sebut membatalkan order penumpang, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Kami mengakui adanya kekeliruan dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rekan driver, baik roda dua maupun roda empat. Kami pastikan kejadian ini tidak terulang lagi,” ucap Rahman.
Tuntutan Aliansi Driver Online Batam
Dalam pertemuan tersebut, ADOB juga menyampaikan beberapa poin evaluasi, antara lain :
1. Kepastian titik jemput resmi untuk layanan roda dua di Bandara Hang Nadim.
2. Transparansi dan prioritas akun transportasi online bandara yang saat ini dinilai tidak adil.
3. Dugaan adanya praktik “permainan akun” oleh oknum tertentu di area bandara.
ADOB meminta tata ulang sistem transportasi online di area Bandara Hang Nadim agar lebih adil, transparan, dan tidak merugikan driver maupun penumpang.
ADOB menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini hingga ada solusi konkret dari pihak Grab dan pengelola bandara.





































_jpg.jpg)

.jpg)













