- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
Menparekraf Lihat Pulau Putri dari Palm Spring, Rudi Paparkan Potensi Wisata Pulau Terluar Indonesia

Keterangan Gambar : Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Walikota Batam, Muhammad Rudi saat meninjau lokasi Pulau Putri, Nongsa, Batam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan kerjanya melihat Pulau Putri, bersama Walikota Batam, Muhammad Rudi, Jumat (22/1/2021). Dari Pantai Palm Spring Nongsa, Rudi mempromosikan Pulau Putri yakni pulau terluar Batam yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia.
“Yang kami tunjuk ini adalah Pulau Putri, pulau terluar Indonesia di Batam karena berbatasan dengan Singapura dan Johor, Malaysia,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam memang tengah fokus mengembangkan pariwisata, tentu tanpa menanggalkan sektor yang sudah ada. Tidak hanya mempersiapkan infrastruktur (aksesibilitas), Pemko Batam juga menambah destinasi. Selain Pulau Putri, pantai di depannya yakni Pulau Nongsa dikembangkan menjadi kawasan publik.
“Pulau putri ini di depan pantai Nongsa. Kami kembangkan wisata kayak luar negeri. Kayak lagoi ada kolam air tawar,” terangnya.
Saat ini wisata berbasis alam ini dilengkapi dengan spot foto yang menarik, seperti adanya tulisan destinasi wisata, seperti Wonderful Indonesia, I Love Indonesia. Tak hanya itu didukung dengan pasir putih yang indah. Tak heran destinasi ini dikunjungi wisatawan baik lokal, domestik, maupun mancanegara.
“Destinasi untuk publik berbasis alam (Pulau Putri), untuk menerima wisatawan lokal dan asing,” ucapnya.
Waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit menuju Pantai Nongsa. Setelah sampai di Pantai Nongsa, perjalanan dapat dilanjutkan menaiki perahu boat atau pancung yang sudah tersedia untuk menuju Pulau Putri dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 10 menit.
Pada kesempatan yang berbeda, Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan, pengembangan dua (2) lokasi ini selain membawa manfaat bagi pariwisata Batam secara umum, Rudi juga menilai akan memberi manfaat secara ekonomi bagi warga setempat.
Seperti melibatkan mereka dalam menyiapkan transportasi berupa sampan untuk akses dari Pantai Nongsa ke Pulau Putri.
“Nanti sampan mereka bisa disewa, kami (pemerintah) akan bantu bagaimana buat sampan bagus, bukan yang biasa,” kata Rudi, beberapa waktu lalu.
Sandiaga memperhatikan penjelasan Walikota Batam. Menparekraf memastikan pihaknya mendukung 100 persen pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Batam.
“Jadi pak wali mempersiapkan destinasi untuk publik berbasis pariwisata alam. Untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara,” ucap Sandiaga, menyimpulkan penjelasan Walikota.
(ril)

















































