- Ayub: Pelabuhan Perikanan Antang Bakal Penambah PAD Anambas
- TMMD TNI Manunggal Mulai Digelar di Desa Mubur
- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
Marak Terjadinya Karhutla, Kanit Binmas Polsek Bintim dan Bhabinkamtibmas Imbau Warga

Keterangan Gambar : Kanit Binmas Polsek Bintan Timur, Iptu Susetyo, bersama Bhabinkamtibmas himbau warganya agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan dan lahan.
KORANBATAM.COM - Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Timur, Iptu Susetyo, bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) memberikan himbauan kepada warga Kelurahan Sungai Enam Kecamatan Bintan Timur agar tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara membakar lahan.
Pasalnya, akhir-akhir ini banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dibeberapa wilayah di Bintan karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu faktor lainnya ialah akibat cuaca ekstrim yang mengakibatkan hutan dan lahan di Kabupaten Bintan mengalami kebakaran.
“Akibat membuka jalan dengan cara membakar lahan dan hutan, yang dampaknya dapat merusak lingkungan dan alam serta dapat menimbulkan polusi udara. Seperti dapat menimbulkan gangguan pernapasan maupun aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Iptu Susetyo, Jumat (12/3/2021).
Dalam kesempatan ini, Susetyo menegaskan agar untuk tidak dan berani membuka lahan dengan cara membakar karena hal tersebut dapat menimbulkan kebakaran.
“Jangan pernah berani membuka lahan dengan cara membakarnya, karena hal tersebut dapat menimbulkan kebakaran. Bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenakan hukuman kurungan 10 Tahun dan denda maksimal Rp10 milliar berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 32 Tahun 2009, Pasal 108,” jelasnya.
Susetyo menghimbau kepada seluruh masyarakat terkhusus Kelurahan Sungai Enam agar dapat mengerti dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bintan, khususnya Kelurahan Sungai Enam agar dapat kiranya mengerti dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karna saat ini Kabupaten Bintan memasuki musim kemarau. Hal tersebut sangat mudah terjadi kebakaran dan akan menyebabkan masalah berupa gangguan pernapasan dan terganggunya aktivitas masyarakat,” tutupnya.
(cr1)


















































