- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
Kepala Disbudpar Kota Batam Temui Adik Kandung BJ Habibie
Kumpulkan Jejak Sejarah Pembangunan Batam

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata (kiri), berbincang-bincang dengan Tokoh Perempuan Batam, Sri Sudarsono, Senin (14/6/2021).
KORANBATAM.COM - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menemui adik kandung Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), Sri Sudarsono. Kunjungan itu untuk mendalami sejarah pembangunan Kota Batam.
“Alhamdulillah tadi kita bertemu langsung dan bersilaturahmi untuk menggali sejarah pembangunan Kota Batam,” kata Ardi, Senin (14/6/2021).
Ia mengatakan, kebenaran sejarah penting dengan menampilkan bukti sejarah dan penjelasan dari tokoh sejarah. Ia mengaku, pertemuan itu seutuhnya untuk melengkapi bukti sejarah yang akan dipamerkan di Museum Batam Raja Ali Haji.
“Di museum ada perjalanan sejarah Kota Batam, dari masa kerajaan hingga masa pembangunan,” ujar Ardi.
Ia mengatakan, Sri Sudarsono yang akrap disapa eyang tersebut selain adik kandung Bapak Pembangunan Batam, BJ Habibie, juga istri dari Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) Otorita Batam pertama, periode 1978-1988.
“Beliau sangat terbuka karena bukti sejarah ini akan didedikasikan untuk seluruh masyarakat Kota Batam,” katanya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Disbudpar terus mengumpulkan bukti sejarah yang akan melengkapi tata letak di museum yang ada di Dataran Engku Putri tersebut. Hingga saat ini, banyak peninggalan tokoh terdahulu yang dipamerkan di museum.
“Kalau sudah lengkap, pengunjung baik itu mahasiswa, pelajar akan merasa lebih dekat dengan adanya bukti sejarah yang tersimpan di museum,” ujarnya mengakhiri.

















































