- MOGUL Burger Favorit Jakarta Kini Hadir di Medan, Buka Gerai Perdana di Sun Plaza
- Gunakan Kompresor Tangkap Ikan, Empat Nelayan Asal Tarempa Diamankan
- Jelang Lebaran, Jumlah Pengungsi Bencana Alam Sumut Turun Drastis
- Penemuan Mayat Perempuan di Tumpukan Sampah Gegerkan Warga Serdang Bedagai
- Wali Kota Medan Sampaikan LKPJ 2025, IPM dan Pertumbuhan Ekonomi Meningkat
- Jelang Lebaran, Polres Sergai Beri Apresiasi untuk Personel hingga Insan Pers
- Kapolres Sergai Pimpin Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Lahan 2 Hektar
- Bandit Spesialis Curanmor 25 TKP Akhirnya Diciduk Sat Reskrim Polres Sergai
- Tips Mudik 2026 Aman ala Polsek Bengkong, Nyaman dan Selamat sampai Tujuan
- Nuzul Quran Menjadi Pengingat bagi Seluruh Umat Muslim untuk menjadikan Al-Quran sebagai Pedoman Hidup
Jelang Lebaran, Jumlah Pengungsi Bencana Alam Sumut Turun Drastis

Keterangan Gambar : Gubernur Sumateta Utara (Sumut) Muhammad Bobby Nasution meninjau pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan menyapa warga di Hunian Sementara (Huntara) di Asrama Haji Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah, baru-baru ini.
MELAYUNEWS.COM, MEDAN – Menjelang Idulfitri 2026, jumlah pengungsi korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) dipastikan akan turun drastis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong percepatan penanganan pengungsi hingga mencapai target zero pengungsi di tenda.
Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung di Medan, Selasa (10/3/2026). “Sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara (Huntara), masih ada ribuan Huntara lagi siap dihuni, untuk keseluruhan progress pembangunan Huntara sudah masuk di angka 90-an persen, kita harap sebelum Lebaran, pengungsi sudah tidak lagi di tenda,” kata Basarin.
Pemprov Sumut juga mendorong seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi dalam mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara. Menurut Basarin, percepatan tersebut membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak.
Sebelumnya, beberapa titik Huntara telah dihuni masyarakat terdampak bencana. Di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan tersedia 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok sebanyak 118 unit; PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru, Desa Napa sebanyak 129 unit; Adiankoting 40 unit; Asrama Haji Pinangsori 52 unit; Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit; serta Lahan Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit.
Sementara itu, sejumlah titik pembangunan Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian. "Untuk Tapsel tanggal 15 Maret diharapkan sudah masuk ke Huntara. Karena Huntara-nya baru siap di tanggak 15 Maret," jelas Basarin.
Selain penyediaan hunian sementara, para pengungsi juga menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Bantuan ini ditujukan bagi pengungsi yang memilih tidak tinggal di Huntara.
"Proses penyaluran DTH sudah berlangsung dan akan terus di cairkan sesuai kelengkapan BNBA atau By Name By Address," jelasnya. (sp)
















































