- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Jelang Lebaran, Jumlah Pengungsi Bencana Alam Sumut Turun Drastis

Keterangan Gambar : Gubernur Sumateta Utara (Sumut) Muhammad Bobby Nasution meninjau pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan menyapa warga di Hunian Sementara (Huntara) di Asrama Haji Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah, baru-baru ini.
MELAYUNEWS.COM, MEDAN – Menjelang Idulfitri 2026, jumlah pengungsi korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) dipastikan akan turun drastis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong percepatan penanganan pengungsi hingga mencapai target zero pengungsi di tenda.
Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung di Medan, Selasa (10/3/2026). “Sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara (Huntara), masih ada ribuan Huntara lagi siap dihuni, untuk keseluruhan progress pembangunan Huntara sudah masuk di angka 90-an persen, kita harap sebelum Lebaran, pengungsi sudah tidak lagi di tenda,” kata Basarin.
Pemprov Sumut juga mendorong seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi dalam mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara. Menurut Basarin, percepatan tersebut membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak.
Sebelumnya, beberapa titik Huntara telah dihuni masyarakat terdampak bencana. Di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan tersedia 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok sebanyak 118 unit; PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru, Desa Napa sebanyak 129 unit; Adiankoting 40 unit; Asrama Haji Pinangsori 52 unit; Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit; serta Lahan Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit.
Sementara itu, sejumlah titik pembangunan Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian. "Untuk Tapsel tanggal 15 Maret diharapkan sudah masuk ke Huntara. Karena Huntara-nya baru siap di tanggak 15 Maret," jelas Basarin.
Selain penyediaan hunian sementara, para pengungsi juga menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Bantuan ini ditujukan bagi pengungsi yang memilih tidak tinggal di Huntara.
"Proses penyaluran DTH sudah berlangsung dan akan terus di cairkan sesuai kelengkapan BNBA atau By Name By Address," jelasnya. (sp)





































.jpg)












