- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
- Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Sikapi Dinamika Komunikasi Li Claudia
- Wakil Bupati Anambas Terpilih Aklamasi Ketua DPD Partai Golkar Anambas
- Kembangkan Pertanian di Jemaja, Komisi II DPRD Anambas Koordinasi dengan Kementan
- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
Jelang Idul Adha, Harga dan Penjualan Santan Kelapa di Pasar Tarempa Masih Terbilang Normal

Keterangan Gambar : Agus, seorang penjual santan kelapa di Pasar Tarempa saat diwawancarai MELAYUNEWS.COM, Jumat (7/6/2024).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Sepuluh hari menjelang perayaan Idul Adha (Lebaran Haji) tahun 2024, Harga santan kelapa di Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya di Pasar Tarempa Masih terbilang normal.
Agus, seorang penjual santan kelapa di Pasar Tarempa mengatakan bahwa, sejauh ini penjualan santan kelapa yang ia kelola masih terbilang normal dan lancar-lancar saja.
Namun biasanya, tiga hari menjelang Idul Adha penjualan santan kelapa ini dapat meningkat drastis.
Agus menyampaikan bahwa, biasanya perhari itu minimal bisa menghabiskan 80 Kg santan kelapa. Namun berkaca dari tahun lalu, tiga hari menjelang Idul Adha penjualan santan kelapa ini meningkat drastis hingga bisa menghabiskan lebih dari 300 Kg perhari.
"Kalau hari-hari biasa itu minimal 80 Kg santan habis terjual tapi biasanya tiga hari menjelang Idul Adha itu bisa sampai lebih dari 300 Kg perhari," ucapnya saat diwawancarai MELAYUNEWS.COM, Jumat (7/6/2024).
Agus menyebutkan, harga santan kelapa ini relatif tergantung dari ketersediaan kelapanya, untuk saat ini harga perkilonya santan kelapa ini sebesar Rp 18.000 namun bisa naik menjadi Rp 20.000 jika ketersedian kelapa itu sedikit.
"Kemungkinan harganya akan naik tergantung dari pencarian kelapanya, kalau kelapanya agak sulit dicari kita naikkan harganya. Biasanya Rp 18.000 kita naikkan jadi Rp 20.000," sebutnya.
Selain itu, Agus pun menerangkan bahwa untuk tetap menjaga ketersediaan santan kelapa menjelang Idul Adha ini, setidaknya ia harus mempersiapkan stok kelapa sebanyak enam ribu buah.
"Kalau buat menjelang lebaran, paling tidak kita harus mempersiapkan stok sebanyak enam ribu buah kelapa," terangnya.
Untuk stok kelapa ini, Agus mengungkapkan bahwa kelapa tersebut didapat dari pulau-pulau yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas, seperti dari Desa Nyamuk, Munjan, Penebung, dan Letung.
"Kita dapatkan kelapa ini dari pulau, ada yang dari Desa Nyamuk, Munjan, Penebung, dan dari Letung," pungkasnya.(Johanda)

















































