- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
- Bupati Aneng Berharap Media Jaga Nama Anambas dan Berkontribusi untuk Daerah
- Abdul Hakim Sarankan Perlunya Peningkatan SDM Pengoperasian Alkes di Anambas
- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
Ini Penyebab Sering Terjadinya Pemadaman Listrik di Anambas

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Sudah sepekan belakangan ini, listrik di daerah Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas sering padam.
Hingga akhirnya salah seorang warga Desa Tarempa Selatan, Sahat Eduar Sihombing pun mendatangi kantor PLN yang ada di Tarempa untuk menanyakan terkait apa kendala yang terjadi hingga sering terjadi pemadaman listrik ini, Selasa (16/04/2024).
Sahat mengatakan, pemadaman listrik ini mengakibatkan alat-alat elektronik di rumahnya seperti televisi mengalami kerusakan.
"Paling parah Senin semalam, dari pagi hingga malam, mati lampu itu sampai enam kali, televisi di rumah pun sampai rusak. Televisi itu hidup, suaranya ada tapi gambarnya tidak ada sama sekali," ucap Sahat mengeluhkan akibat sering terjadi pemadaman listrik ini.
Menanggapi itu, Kepala ULP PLN Tarempa, Rafki menjelaskan alasan penyebab sering terjadinya pemadaman listrik tersebut.
Rafki mengatakan, pemadaman listrik ini sering terjadi karena ada beberapa gangguan pada jaringan listrik yang disebabkan oleh binatang atau hewan seperti kalong, ular, burung, tupai dan musang.
"Sekarang lagi musim kalong, kami detail loh pak, kami tidak pernah padamkan, kami punya datanya. Kalong, musang, ular, tupai, nah inikan kami otopsi juga bahwa ada luka bakar pada hewan-hewan itu," katanya.
Selain itu, Rafki juga menjelaskan bahwa ada kendala lain juga yang menyebabkan terjadi pemadaman listrik ini seperti adanya pohon-pohon yang menggangu atau bersentuhan dengan kabel listrik. Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan tim penebang.
Namun yang menjadi kendala saat ini, lanjutnya, tidak semua warga memberi izin untuk menebang pohon-pohon tersebut dan bahkan ada yang meminta ganti rugi untuk penebangan pohon tersebut.
Sedangkan dalam Surat Perjanjian Jual Beli Listrik (SPJBL) tidak ada membahas tentang ganti rugi.
"Kalau pohon, kami punya tim penebang. Masalahnya tidak semua warga itu kasih tebang, apalagi durian. Nah ini kami kalang kabut ni, kadang-kadang minta ganti rugi dan kami untuk konsep ganti rugi itu tidak ada karena diawal perjanjian pasang listrik itu, di dalam SPJBL bahwasanya di situ ditulis dan ditanda tangan oleh warga, bersedia untuk ditempatkan jika dibutuhkan tiang listrik di lahan yang bersangkutan," sebutnya.
Ditambah lagi ada pemeliharaan mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pasir Manang.
Rafki juga menerangkan bahwa, untuk meminimalisir dampak dari gangguan jaringan listrik yang disebabkan oleh hewan tersebut, pihaknya telah memasang pin cover atau animal rubber di beberapa titik.
"Itulah salah satu upaya untuk mengurangi dampak dari gangguan pada jaringan listrik ini," terangnya.
Rafki menjelaskan, untuk pemasangan pin cover ini secara keseluruhan, pihaknya akan membuat jadwal pada Mei 2024.
Karena untuk pemasangan pin cover atau animal rubber ini juga harus dilakukan pemadaman listrik terlebih dahulu.
"Nanti kita akan atur jadwal di bulan Mei untuk pemasangan pin cover ini," pungkasnya.
Terkait dengan beberapa warga yang tidak memberikan izin untuk menebang pohon, Sahat Eduar Sihombing memberikan saran kepada Rafki untuk berkoordinasi dengan kepala desa agar kemudian kepala desa yang akan berbicara kepada warganya.(johanda)


















































