- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Harga Sapi di Anambas Naik Rp 3 juta Hingga Rp 4 Juta Perekor, Ini Alasannya

Keterangan Gambar : Warga Tarempa Timur, Ruslan pemilik peternakan ketika di wawancara awak media, Kamis (1/6/2023)
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Menjelang Idul Adha (Lebaran Haji) pada tanggal 29 Juni 2023 mendatang, hewan Sapi di Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Seorang warga Desa Tarempa Timur, Ruslan yang mempunyai peternakan sapi mengatakan bahwa ditahun ini harga sapi mendadak naik dimana sapi yang biasanya dijual dengan kisaran harga Rp.15.000.000 sampai Rp.16.000.000 perekor sekarang menjadi Rp.17.000.000 sampai Rp. 21.000.000 perekor.
" Ada kenaikan harga berkisar tiga atau empat juta perekor, karena bukan hanya dari Kabupaten Natuna dan Anambas saja yang membutuhkan tetapi dari Provinsi juga mengambil sapi dari pulau-pulau ini, makanya itu terjadi kelonjakan harga," ucap Ruslan saat diwawancarai oleh awak media ini pada Kamis, 01 Mei 2023.
Ruslan juga mengatakan, bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga sapi ini yaitu, biaya transportasi dimana biasanya Rp.600.000 sekarang menjadi Rp.1.000.000 perekornya, Kemudian biaya perawatan dimana Dirinya harus membayar pekerja untuk memberi pakan sapi tersebut Rp. 3.000.000 perbulannya untuk satu orang pekerja.
" Satu orang itu kita gaji paling rendah Rp. 3 juta untuk satu bulan," jelas Ruslan.
Untuk total sapi di peternakan Ruslan ada 31 ekor yang akan dikurbankan pada saat perayaan hari raya Idul Adha nanti di Kabupaten Kepulauan Anambas.(Johanda)





































.jpg)












