- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Hadiri Kenduri Diraja Negeri Deli, Rico Waas Ajak Masyarakat Jaga Tradisi Melayu

Keterangan Gambar : Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan rasa bahagia dan bangga terhadap Kesultanan Deli saat menghadiri Kenduri Diraja Negeri Deli di Masjid Raya Al-Mashun, Kamis (28/8/2025)
MELAYUNEWS.COM, MEDAN - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan rasa bahagia dan bangga terhadap Kesultanan Deli saat menghadiri Kenduri Diraja Negeri Deli di Masjid Raya Al-Mashun, Kamis (28/8/2025) malam. Ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi dan memakmurkan kebudayaan leluhur, terkhusus budaya Melayu sebagai identitas Kota Medan.
“Kebahagiaan bagi kita semua bisa bersama menyambut hari keputraan Tuanku Sultan Deli ke-14 Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah. Seorang sahabat, seorang adik dan saudara dan seorang Sultan yang sangat kami banggakan. Hari baik seperti ini harus kita makmurkan, bukan sekadar wirid, tetapi juga doa dan pelindung bagi kita semua,” ucap Rico Waas.
Suasana penuh khidmat terlihat sejak awal prosesi dengan pembacaan Surah Yasin, doa bersama, serta Ratib Al Haddad, amalan yang sejak lama menjadi tradisi Kesultanan Deli. Acara kenduri ini bukan sekadar doa bersama, tetapi juga simbol kebersamaan antara pemerintah, Kesultanan Deli, dan masyarakat.
Turut hadir dalam perhelatan itu, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Pemerintahan HM Sofyan, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, camat dan lurah, Datuk Empat Suku, tokoh masyarakat bergelar adat, serta tokoh agama.
Orang nomor satu di Pemko Medan ini menuturkan bahwa acara kenduri tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus warisan budaya yang patut dijaga. Kehadirannya mengingatkan bahwa di tengah modernitas, nilai kearifan lokal dan spiritualitas tetap menjadi pelindung bagi Tanah Deli.
Sultan Deli ke-14, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah atau yang akrab disapa Tuanku Aji, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan atas dukungan terhadap terselenggaranya acara.
Ia berharap amalan yang diwariskan para sesepuh terus dilestarikan sebagai doa bersama demi keselamatan masyarakat serta keberkahan di Tanah Deli.
“Amalan ini berisi bacaan Yasin dan doa-doa yang diyakini sebagai pelindung dari marabahaya. Semoga bisa terus dijalankan dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah.
Sultan menambahkan, kenduri itu lebih dari sekadar ritual doa, namun juga mencerminkan identitas budaya Melayu yang lekat dengan kehidupan masyarakat Medan.(SP)

















































