- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Ekodesi: Pentingnya Kesadaran Masyarakat Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Keterangan Gambar : Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup saat Sosialisasikan penggunaan sampah ekonomis
KORANBATAM.COM, ANAMBAS - Untuk mewujudkan desa bersih dari sampah limbah industri rumah tangga, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Pemkab Anambas rutin melakukan sosialisasi ke desa-desa. Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Pemkab Anambas, Ekodesi mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi akan pentingnya kesadaran dalam menjaga kebersihan terutama dari sampah limbah industri rumah tangga.
"Kita rutin sosialisasi kepada desa-desa agar masyarakat semakin sadar pentingnya hidup bersih. Nanti akan kita sampaikan kepada masyarakat agar ada bank sampah disetiap desa," kata Ekodesi kepada media ini, Selasa (30/3/2021).
Dia menerangkan dimana bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah mana yang memiliki nilai ekonomis mana yang tidak.

"Kalau sudah ada bank sampah maka disana akan disortir mana sampah yang berguna dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis akan dibawa ke tempat pengepul sampah," katanya.
Ekodesi juga menyampaikan, saat ini pola pikir masyarakat mengenai pemanfaatan sampah masih sangat rendah dan perlu perlu ditingkatkan lagi. Dia melihat masih banyak kemasan produk yang masih bisa dipergunakan kembali namun terbuang dengan sia-sia.
" Buktinya, masih banyak barang rusak, barang yang tidak terpakai, kemasan produk, dan berbagai sisa makanan hanya dibuang begitu saja. Kebanyakan sampah-sampah tersebut bertumpuk di tempat sampah, dan akhirnya mengambang di sungai atau di laut," ujar Eko.
Melihat kondisi tersebut tentunya selain tidak enak untuk dipandang, aroma tak sedap juga akan menusuk hidung apalagi Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan salahsatu tujuan destinasi wisata di Kepri tentunya perlu perhatian yang serius untuk menangani masalah sampah ini.
"Selain pemandangan yang tak enak akan menimbulkan bau tak sedap juga. Jika sampai terbang kelaut akan mengganggu ekosistem laut, serta merusak kelestarian lingkungan. Ini tentu perlu perhatian semua pihak terutama masyarakat," ujarnya.
Menurut Ekodesi, penyelesaian masalah sampah tidak bisa jika hanya mengandalkan petugas kebersihan saja. Seluruh lapisan masyarakat juga harus bergerak secara bersama-sama menangani masalah sampah. Bahkan setelah lebaran nanti pihaknya berencana akan meresmikan tiga desa yang telah memulai menggunakan bank sampah.
"Habis lebaran kita launching bank sampah minimal 3 Desa. Nanti akan kita lanjutkan secara bertahap kedesa lain," katanya.
Dia menerangkan jika hal ini bisa berkelanjutan maka sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Anambas yakni Anambas bebas plastik 2024. Untuk mewujudkan hal ini tentunya butuh dukungan semua pihak termasuk masyarakat.
" Tanpa ada dukungan masyarakat terutama akan kesadaran pengelolaan sampah tentunya kami Dishub LH tidak akan berhasil. Namun jika kita lakukan secara bersama-sama niscaya tujuan kita akan tercapai," katanya. (Jhon/Khairol).


















































