- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Diduga Korupsi Rp 747 Juta, Mantan Kades Serat Ditetapkan Jaksa sebagai Tersangka

Keterangan Gambar : Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Anambas, Jody Valdano.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Sempat mangkir (tidak hadir) pada pemanggilan pertama, kepala Desa Serat non aktif, (A) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 hingga 2022, senilai 747 juta rupiah
Penetapan (A) sebagai tersangka dilakukan setelah diakukan proses pemeriksaan kedua dan menemukan bukti bukti yang cukup untuk menetapkan dirinya sebagai tersangka (20/01/2026)
“Iya benar, hari ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan dengan dititipkan di Rutan Polres Anambas,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Anambas, Jody Valdano.
Valdano menyebutkan, dalam kasus ini, penyidik menemukan adanya dana desa yang telah ditarik, namun tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara fisik maupun administrasi.
“Ada dana yang sudah dicairkan, tapi fisik kegiatannya tidak ada. Intinya berkaitan dengan pengelolaan dana desa, alokasi dana desa, serta SILPA,” jelas Valdano.
Ia juga menerangkan, proyek proyek pembangunan desa yang tidak dikerjakan namun anggarannya telah cair, antara lain pembangunan gapura desa, halaman bermain PAUD, serta gedung Badan Permusyawaratan Desa.
Dalam proses penyidikan, pihak Kejari Anambas mengalami sejumlah kendala, terutama saat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian perkara.
“Kami kesulitan mengunjungi lokasi karena cuaca ekstrem dan kondisi geografis Desa Serat yang jauh dari Tarempa,” ungkap Jody.
Sebelumnya dikabarkan, (A) sempat menghilang dan isu yang beredar di tengah masyarakat dirinya di luar Anambas sejak kasus ini dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.(Ferengki)





































.jpg)












