- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Anggota DPRD Kepri: Pertamina Jangan Kerjasama dengan Satu Bank Saja

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin (ist)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - DPRD Kepri meminta Pertamina untuk melakukan sosialisasi secara masif terkait tahapan registrasi kartu kendali solar.
Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin, di Batam, Sabtu, mengatakan hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami alur registrasi kartu pengendali solar.
Selain itu, ia menambahkan, berdasarkan aduan masyarakat, masa tunggu registrasi kartu kendali solar mencapai dua bulan.
"Yang berlaku sekarang itu fuel card my Pertamina yang bekerja sama dengan Bank Bukopin, jadi satu bank saja. Kemudian ternyata mengurus registrasinya itu butuh waktu 2 bulan, ini yang salah. Mestinya semua bank bisa jangan ditunjuk satu saja. Baik bank pemerintah, bank pelat merah, atau bank daerah Bank Riau Kepri harusnya bisa. Jadi tidak tertuju satu bank saja," kata Wahyu.
Dengan begitu, ia berharap hal tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan Pertamina agar semua bank bisa terlibat dalam pembuatan kartu pengendali solar.
"Jadi kami dorong supaya ini disosialisasikan kepada masyarakat dari tingkat bawah, karena memang banyak yang pakai solar," ujar dia.
Menurut Wahyu, pembelian BBM solar tanpa menggunakan kartu pengendali hanya diperbolehkan sebanyak 10 liter per hari. Jika yang telah memiliki kartu pengendali solar maka diperbolehkan sebanyak 30 liter per hari.
"Karena hanya dibatasi 10 liter per hari. Kalau habis tidak bisa beli lagi harus nunggu besok. Kalau dengan fuel card my Pertamina ini bisa sampai 30 liter atau lebih tergantung saldo mereka," kata dia pula.(antaranews.com /red)





































.jpg)












