- Gandeng IZI, JNE Medan Dorong Pertumbuhan UMKM melalui Program Lapak Berkah
- DFSK Perkenalkan Emblem Baru Kenderaan Komersial di PEVS 2026, Tandai Penguatan Identitas Lini Produk
- Polda Kepri Tebar Sembako dan Silaturahmi, Warga Demak Siap Pertahankan Kondusivitas Batam
- Peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Anambas Bacakan Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
5 Sekolah Tingkat SD dan SMP Mendapat Pembinaan dan Pendampingan Penyusunan Adiwiyata

KORANBATAM.COM, ANAMBAS - Untuk penyusunan Dokumen Gerakan Peduli Lingkungan Hidup (Adiwiyata), Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Pemkab Anambas lakukan pendampingan Gerakan Peduli Lingkungan Hidup terhadap 5 sekolah setingkat SD dan SMP.
Adapun sekolah tersebut diantaranya, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Ababil Jannah Payamaram, SDN 003 Putik, SDN 001 Ladan, SDN 003 Air Asuk, dan SDN 003 Air Sena.
"Kita juga melakukan kunjungan sekolah Adiwiyata Provinsi Kepri yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Payalaman dan sekolah Adiwiyata tingkat Nasional yaitu SMP Negeri 1 Palmatak," kata Ekodesi kepada wartawan, Rabu(31/3/2021).
Ekodesi berharap dengan adanya sekolah Adiwiyata bisa menjadi contoh bagi sekolah lain. Tujuan pembinaan dan pendampingan ini untuk memberikan kesadaran kepada warga sekolah mulai dari kepala sekolah, komite, guru, dan peserta didik guna terciptanya upaya pelestarian lingkungan hidup di kawasan lingkungan sekolah dan terbawa di kehidupan sehari-hari.
"Pembinaan ini diharapkan bisa membawa kesadaran bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Yang terpenting tujuannya mengajak agar kita hidup bersih," katanya.
Menurut Ekodesi, Tim Pembina Adiwiyata Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup menjelaskan tentang program Adiwiyata dengan menyampaikan 4 komponen yaitu, kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berwawasan lingkungan, kemitraan, dan sarana prasarana ramah lingkungan untuk menuju Sekolah Adiwiyata.

Jika keempat komponen tersebut telah diterapkan dan menjadi budaya oleh warga sekolah maka lingkungan sekolah akan menjadi nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan pelaksanaan program sekolah dalam peningkatan dan pengembangan mutu lingkungan sekolah.
"Sekolah Adiwiyata bukanlah sebuah lomba untuk menang atau kalah tapi juga sebuah kewajiban karena lingkungan yang kita tempati harus kita jaga kelestariannya,"ujar dia. (Jhon /Khairol).



















































