- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Wanita Peneror Mabes Polri Miliki Ideologi ISIS

Keterangan Gambar : Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, dalam keterangan resminya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021).
KORANBATAM.COM - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa pelaku teror yang melakukan penyerangan di Markas Besar (Mabes) Polri merupakan seorang wanita berinisial ZA (25). Wanita tersebut adalah lone wolf yang memiliki ideologi dengan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).
“Bernama ZA, alamat di Jalan Lapangan Tembak, Kepala Dua Wetan, Jakarta Timur. Berdasarkan sistem pengenalan wajah (face recognition), sesuai,” kata Jenderal Sigit, dalam keterangan resminya, didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Polri, Irjen Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021).
Sigit menjelaskan bahwasanya, wanita tersebut masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan. Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri.
“Oleh anggota ditunjukan. Namun, kemudian yang bersangkutan kembali melakukan penyerangan yang ada di pos jaga,” beber Sigit.
Adapun ZA, lanjut Kapolri, merupakan lone wolf yang memiliki ideologi ISIS. Hal ini terbukti dari hasil profiling di media sosialnya, didapati tulisan-tulisan yang terkait dengan perjuangan jihad. Bahkan, sebelum melancarkan aksi penyerangan, ZA memposting di media sosial (Medsos) akun Instagram yakni bendera ISIS.
“Yang bersangkutan ini adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi ISIS. Yang dibuktikan postingan yang bersangkutan di media soaial, yang bersangkutan memiliki akun IG yang baru dibuat 21 jam yang lalu. Dimana di dalamnya ada bendera ISIS,” ungkap Kapolri.
Selain itu, masih kata Kapolri, pelaku juga diketahui merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta, namun Drop Out (Putus/Keluar) pada semester lima perkuliahan. Saat melakukan penggeledahan di kediamannya, Tim Detasemen Khusus (Densus) menemukan sepucuk surat wasiat yang ditujukan kepada orang tua pelaku.
“Ditemukan di rumahnya surat wasiat, dan ada kata-kata di WAG (WhatsApp Group) keluarga, kalau yang bersangkutan akan pamit,” jelas Kapolri.
Atas kejadian ini, Kapolri meminta agar jajaranya tetap memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat namun meningkatkan pengamanan di seluruh tingkatan.
“Tingkatkan keamanan di markas komando, maupun yang bertugas di lapangan,” pesan Kapolri kepada jajaran.
Sumber: Bidhumas Polda Kepri


















































