- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Wakil Walikota Batam Ingin Data Kemiskinan Valid

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin rapat penanganan kemiskinan di Batam, di Kantor Walikota Batam.
KORANBATAM.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ingin data kemiskinan di Batam harus valid. Dengan memiliki data sahih, kebijakan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Batam tepat sasaran.
“Kalau data salah, kebijakan akan tidak tentu arah,” ujar Amsakar yang juga menjabat sebagai Ketua Pengentasan Kemiskinan Kota Batam tersebut, Kamis (18/2/2021).
Amsakar mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi program perlindungan dan jaminan sosial, kegiatan pengelolaan data fakir miskin cakupan daerah kabupaten/kota tahun 2021 Kota Batam digelar di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam, Rabu (17/2/2021) siang. Di hadapan pencacah, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Lurah dan Camat se-Kota Batam, Amsakar, mengatakan dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan harus berangkat dari data yang benar.
“Persoalan data fakir miskin harus terselesaikan. Dalam hal ini pencacah menjadi lini terdepan mewujudkan target tersebut. Selain itu, koordinasi antara pencacah, TKSK, lurah hingga camat terus dilakukan dengan baik,” kata dia.
Amsakar menginstruksikan, capaian validasi data harus jelas dengan nama dan alamat. Kemudian, data yang ada dari pencacah diketahui Lurah maupun Camat.
“Ketepatan validasi data jangan sampai ada perbedaan data hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.
Amsakar juga meminta warga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) harus siap dipasang stiker khusus yang menandakan mereka terdaftar sebagai warga miskin.
“Siapkan stikernya dan warga yang datanya ada di DKTS akan dipasangi stiker di rumahnya,” imbuhnya.
Senada, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Hasyimah, meminta pencacah harus bekerja dengan data yang benar, pencacah diminta terus koordinasi dengan TKSK, Lurah dan Camat.
“Data validasi dan verifikasi tidak bisa hanya diketahui pencacah saja, harus diketahui camat juga,” kata Hasyimah.


















































