Wakil Walikota Batam Ingin Data Kemiskinan Valid
Reporter : MELAYUNEWS.COM 18 Feb 2021, 16:10:30 WIB METROPOLITAN
Wakil Walikota Batam Ingin Data Kemiskinan Valid

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin rapat penanganan kemiskinan di Batam, di Kantor Walikota Batam.


KORANBATAM.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ingin data kemiskinan di Batam harus valid. Dengan memiliki data sahih, kebijakan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Batam tepat sasaran.

“Kalau data salah, kebijakan akan tidak tentu arah,” ujar Amsakar yang juga menjabat sebagai Ketua Pengentasan Kemiskinan Kota Batam tersebut, Kamis (18/2/2021).

Amsakar mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi program perlindungan dan jaminan sosial, kegiatan pengelolaan data fakir miskin cakupan daerah kabupaten/kota tahun 2021 Kota Batam digelar di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam, Rabu (17/2/2021) siang. Di hadapan pencacah, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Lurah dan Camat se-Kota Batam, Amsakar, mengatakan dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan harus berangkat dari data yang benar.

“Persoalan data fakir miskin harus terselesaikan. Dalam hal ini pencacah menjadi lini terdepan mewujudkan target tersebut. Selain itu, koordinasi antara pencacah, TKSK, lurah hingga camat terus dilakukan dengan baik,” kata dia.

Amsakar menginstruksikan, capaian validasi data harus jelas dengan nama dan alamat. Kemudian, data yang ada dari pencacah diketahui Lurah maupun Camat.

“Ketepatan validasi data jangan sampai ada perbedaan data hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.

Amsakar juga meminta warga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) harus siap dipasang stiker khusus yang menandakan mereka terdaftar sebagai warga miskin.

“Siapkan stikernya dan warga yang datanya ada di DKTS akan dipasangi stiker di rumahnya,” imbuhnya.

Senada, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Hasyimah, meminta pencacah harus bekerja dengan data yang benar, pencacah diminta terus koordinasi dengan TKSK, Lurah dan Camat.

“Data validasi dan verifikasi tidak bisa hanya diketahui pencacah saja, harus diketahui  camat juga,” kata Hasyimah.





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;