- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Ukur Kemampuan Para Atlet, 120 Taekwondoin Ikuti Uji Kenaikan Tingkat

Keterangan Gambar : Atlet Taekwondo Kharisma Bangsa, Khalid Dhiyaa Ulhaq (sudut merah), melakukan tendangan ke arah lawan saat ujian kenaikan tingkat di Kepri Mall, Minggu (25/5/2021). Foto/Ilham/KORANBATAM.COM
KORANBATAM.COM - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung tak menyurutkan semangat para atlet Taekwondo Kharisma Bangsa untuk tetap dapat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dilakukan pada Minggu (23/5/2021) di Atrium Kepri Mall, Batam. Sebanyak 120 taekwondoin diuji kemampuannya, mulai dari sabuk putih hingga sabuk merah strip hitam dua.
Ketua Bidang Kenaikan Tingkat UTI Pro Kepri, Soewito Trikusuman, mengatakan, UKT ini sengaja mereka lakukan agar materi atau ilmu yang telah ditempuh selama masa berlatih dapat diukur dari para taekwondoin.
“Kita ukur kemampuan para atlet dari ujian ini. Untuk tahap ujiannya itu, ada dasar-dasar tendangan, pukulan, tangkisan juga rangkaian jurus kibon dan taegeuk 1 sampai 8, juga ada perkelahian (kyorugi), dan ketahanan fisik,” kata Soewito.
Soewito juga mengatakan, untuk antisipasi tidak terjadinya kerumunan, UKT kali ini dibagi menjadi tiga sesi dengan durasi satu jam per sesi.
“Sengaja kita bagi tiga sesi karena melibatkan banyak orang agar tetap mengikuti standar kesehatan Covid-19, anak-anak yang mengikuti ujian pun terlebih dahulu di cek suhu tubuhnya, mencuci tangan dan memakai masker,” jelas Soewito.
Sementara itu, Penguji Nasional UTI Pro Master, Siauw Lung Wu, mengatakan, pada UKT ini, ujian kenaikan tingkat bukan hanya sekadar ujian. Dari ujian itu diharapkan lahir bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa dibina untuk menjadi atlet andalan. Sehingga mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.
Selain itu, lanjutnya, dengan UKT ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan kemampuan para taekwondoin agar bisa bersaing di kejuaraan-kejuaraan yang lebih besar lagi.
“Jadi kita ingin melihat perkembangan dan mengukur kemampuan para atlet setelah mereka mengikuti latihan. Semoga para atlet bisa terus meraih dan meningkatkan prestasinya di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
(Ilham)


















































