- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Tumpukan Sampah di Laut Anambas Ancam Konservasi Nasional

Keterangan Gambar : Tumpukan sampah yang berada dibawah perumahan warga Anambas.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Tumpukan sampah yang terdiri dari kantong dan botol plastik di laut sekitaran Tarempa kian memprihatinkan,dan menjadi ancaman serius bagi ekosistem serta kesehatan laut Anambas. Laut Kepulauan Anambas sendiri ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan nasional, dan menjadi kawasan konservasi nasional terluas kedua di Indonesia.
Hasil penelusuran awak media ini mendapati ada beberapa lokasi yang ditemui tumpukan sampah, salah satunya di Desa Sri Tanjung. Menurut warga sekitar tumpukan sampah tersebut hampir selalu terjadi pada saat musim Utara.
"Setiap musim Utara memang seperti itu" jawab warga. Selasa (13/01/2026)
Sementara pihak Loka Pengelolaan Kelautan Pekanbaru mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi pencemaran sampah di laut.
"Hingga saat ini kita sudah melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan secara kolabortif untuk mengurangi pencemaran seperti pengurangan sampah, penggunaan kembali,dan melakukan daur ulang" ucap Rahmad Hidayat
Keseriusan pihak Loka Pengwlolaan Kelautan (LPK) Pekanbaru dalam menangani pencemaran sampah dilaut dibuktikan dengan membangun kolaborasi yang luas bersama bebarbagai pihak, salah satunya menggandeng pihak Yayasan Anambas.
Untuk pengelolaannya sendiri dimulai dari penyadartahuan hingga proses mendaur ulang sampah, serta menggandeng Yayasan Jaga Mangkai, dan Yayasan Kute Siantan untuk memperluas area jangkauan pengendalian sampah bocor ke laut.
"Tentunya langkah ini juga didukung dengan kolaborasi dan sinkronisasi bersama Pemerintahan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, hal ini dilakukan guna mendukung Program Prioritas Laut Sebasah (laut sehat bebas sampah), Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan." terang Rahmad lebih lanjut
Ia juga menyampaikan, bahwa LPK Pekanbaru, melalui Satuan Pelayanan di Anambas gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas, tentang penanganan sampah yang baik dan memberikan edukasi mengenai dampak buruk sampah bagi ekosistem laut.
"Kita lakukan juga sosialisasi dan edukasi dengan turun langsung ke lapangan (masyarakat), bahkan kita juga memberikan edukasi melalui media sosial dan selebaran," jelasnya lagi.
Ia menekankan, bahwa menangani sampah tidak bisa mengandalkan satu pihak, dan ia berharap, semua pihak dapat bekerjasama dalam menangani pencemaran laut.
"Dengan bekerja sama kita bisa mengurangi sampah, caranya kita menguranginya penggunan material yang mengandung plastik atau material yang susah terurai, dan bijak dalam mengelola sampah " tutupnya. (Ferengki).


















































