- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
Tindaklanjuti Instruksi Mendagri, Pemkab Anambas Gelar Rapat Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra saat memimpin rapat pembahasan stunting di Kepulauan Anambas.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menggelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kepulauan Anambas pada Rabu, 29 Mei 2024.
Berbagai saran, masukan, dan keluhan pun turut disampaikan dalam rapat ini guna untuk mempercepat intervensi penekanan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra, S.A.P yang kesempatan itu memimpin rapat ini menekankan kepada dinas kesehatan untuk menyampaikan ke desa-desa terkait dengan program-program yang telah dianggarkan dan akan dilaksanakan.
Untuk itu, Wan Zuhendra meminta kepada dinas kesehatan maupun dinas terkait lainnya untuk membangun pola-pola komunikasi serta melakukan evaluasi untuk menyampaikan segala bentuk program-program dalam penekanan angka stunting ini.
"Saya mau mengingatkan kepada kita semua, jangan terjebak dalam persoalan untuk kita harus terus rapat bertatap muka. Maka kita perlu mitra seperti Puskesmas dan Posyandu, nah ini perlu diperhatikan," ucapnya.
"Maka sistem komunikasi ini harus kita tingkatkan dengan baik, itulah upaya yang kita harus mesti bangun bersama. Kalau tidak seperti itu, maka program-program pemerintahan hanya akan menjadi hal yang ceremonial. Rapat sering ada tapi tidak ada solusi yang kita berikan," terusnya.
Selain itu, Wan Zuhendra juga menghimbau agar seluruh dinas terkait bersama-sama memberikan pengarahan, edukasi serta evaluasi kepada masyarakat terkait dengan intervensi pencegahan stunting
"Oleh karena itu, mari kita bersama-sama, untuk bagaimana pola dan caranya dalam penanganan stunting di Anambas ini," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Islam Malik menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari instruksi dari menteri dalam negeri kepada gubernur dan bupati seluruh Indonesia dalam rangka pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di daerah.
"Jadi nanti di seluruh Anambas ini secara serentak dilakukan intervensi. Jadi nanti sampai tanggal 15 Juni 2024 akan diadakan penimbangan, penyaringan, kemudian pendataan pada ibu hamil, pada ibu calon pengantin. Jadi stunting itu harus dicegah mulai dari kehamilan," sebutnya.
Islam Malik menerangkan bahwa perlunya dilakukan intervensi serentak ini guna untuk melihat sejauh mana keberhasilan program selama ini dan juga untuk melihat apakah masih ada bayi ataupun Balita yang belum tertangani atau tertinggal.
"Jadi dengan adanya intervensi serentak ini, bisa menghindari adanya bayi yang tertinggal dan tidak tertangani terkait masalah stunting," terangnya.
Menurutnya, permasalahan stunting ini tidak hanya ada di dinas kesehatan saja melainkan ada di desa-desa dan posyandu dengan menggunakan anggaran desa.
Maka dari itu, dinas kesehatan akan berkolaborasi dengan dinas pemberdayaan masyarakat desa agar tidak terjadi tumpang tindih dalam program-program pencegahan stunting.
"Saya juga sudah sampaikan tadi ke Kadis PMD bahwa nanti kita akan berkolaborasi supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam program-program pencegahan stunting ini," imbuhnya.
Menurut data per Februari 2024, jumlah stunting di Anambas ini mencapai angka 154 orang atau sebesar 4,39 persen. Menurun dibandingkan dengan data stunting per Desember 2024 yang mencapai angka 185 orang atau sebesar 5.07 persen.(Johanda)



















































