- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Terekam CCTv, Reskrim Polres Karimun Ringkus Pencuri di PT Shaftindo Pratama

Keterangan Gambar : Konferensi Pers pengungkapan kasus pencurian/Curat di PT Shaftindo Pratama, berlangsung di Mapolres Karimun, Senin (1/3/2021). (insert) Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan, menginterogasi salah seorang pencuri.
KORANBATAM.COM - Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Karimun meringkus lima orang terlibat pencurian di PT Shaftindo Pratama. Kelima orang tersebut merupakan pencuri maupun penadah.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Karimun, AKBP Muhammad Adenan, mengatakan bahwa kronologis kejadian terjadi pada Jumat (12/2/2021) sore, di PT Shaftindo Pratama yang berlokasi di Sei Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“Kami menangkap tersangka setelah mengamati rekaman Closed-Circuit Television (CCTv). Pelaku terekam saat masuk ke dalam gudang dan mengambil barang-barang perusahaan (PT Shaftindo Pratama),” ujar AKBP Muhammad Adenan, Senin (1/3/2021).
Disampaikan Adenan, bahwa, lima orang yang terlibat inisial SE (pelaku utama), MZ, MF, MS, dan SI. Tersangka melakukan aksinya dengan memanfaatkan kelengahan situasi.
“SE ini sudah mencuri sebanyak lima kali, MZ tiga kali, MF dan MS sekali, dan SI adalah penadah hasil curian,” katanya.
Adapun barang-barang yang dicuri antara lain, satu set alat tools berent, aki, gerinda, trafo las. Selain itu, Polres Karimun juga menyita kendaraan sepeda motor merek Honda Vario yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya.
“Perkiraan kerugian yang dialami perusahaan sekitar Rp27 juta rupiah. Pelaku terancam pidana paling lama tujuh tahun kurungan penjara,” ujarnya.
(ilham)


















































