- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
Tekan Inflasi, Pemkab Anambas Gelar Rapat Koordinasi

Keterangan Gambar : Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas, Ody Karyadi
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka Pengendalian Inflasi Tahun 2023 di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Senin (18/09/2023).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas, Ody Karyadi mengatakan, penanganan inflasi daerah yang melibatkan unsur dari pemerintahan daerah dan FKPD ini, fokus bagaimana menjaga harga barang.
"Untuk Anambas, harga barang itu sangat bergantung sekali pada akses transportasi, itu yang harus kita jaga," ucapnya usai melaksanakan Rakor.
Ia juga menyampaikan, dalam Rakor tersebut dipaparkan tentang kondisi pangan nasional dan paparan tentang harga-harga barang nasional serta langkah-langkah yang mesti segera dilakukan oleh pemerintah daerah khususnya daerah-daerah yang mengalami kenaikan tingkat inflasi.
Tetapi kalau untuk Anambas, lanjutnya, bukan merupakan tingkat penyumbang inflasi, di Anambas masih stabil.
"Kita inikan fluktuatif, dimana harga barang ini sangat bergantung dari supply demand dan kelancaran transportasi, kalau itu lancar, demandnya itu akan berimbang dan harga otomatis akan stabil," ujarnya.
Dijelaskannya, Tarempa ini daerahnya hampir 99 persen barang import dengan kondisi geografisnya lautan tentu ketergantungan transportasi sangat menentukan dan kehadiran Tol Laut sangat membantu dalam musim utara dimana pada musim tersebut kapal-kapal kargo tidak dapat jalan karena pengaruh cuaca.
"Kalau transportasi itu sudah stuck, nah itu yang bahaya, makanya jadi perhatian kita itu pada saat musim utara ini, kapal-kapal kargo ini tidak bisa jalan, andalan kita Tol Laut, ya alhamdulillah Tol Laut ini sangat membantu paling tidak distribusi barang kita melalui kapal itu bisa lancar walaupun sementara," pungkasnya.(Johanda)



















































