- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
Siswi SMP di Jemaja Timur Jadi Korban Asusila Hingga Melahirkan

Keterangan Gambar : Konselor Dinsos PPPA Kabupaten Kepulauan Anambas, Erdawati.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Siswi SMP di Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi korban tindakan asusila, kini sedang menjalani perawatan pasca melahirkan di sebuah rumah sakit di Tanjungpinang.
Kasus asusila tersebut, kini tengah ditangani oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Konselor Dinsos PPPA Kabupaten Kepulauan Anambas, Erdawati, membenarkan terkait hal itu, ia pun memberikan keterangan tentang kasus tindakan asusila yang kini sedang ditangani dan didalami oleh pihaknya.
"Kasus ini mulai terungkap setelah si korban yang masih siswi kelas tiga SMP itu, melahirkan anaknya dengan cara caesar di sebuah rumah sakit di Tanjungpinang," ucap Erdawati, Senin (23/10/2023).
Diterangkannya, siswi SMP di Jemaja Timur berinisial LCB (15) yang menjadi korban asusila oleh temannya berinisial TE (19) itu, diduga mempunyai hubungan khusus dengan korban sebagai pasangan kekasih.
Ia mengatakan, untuk kasus asusila ini, dari awal pihaknya sudah melakukan pendampingan meskipun untuk pendampingan secara langsung bertemu dengan korban itu belum dilakukan namun kasus tetap pihaknya giring.
"Kami sudah koordinasi dengan pihak Polres Kepulauan Anambas dan juga Polsek Jemaja, artinya mereka tegak lurus, proses hukum tetap berlanjut dan untuk kasus ini sudah dibuatkan Laporan Pengaduannya (LP)," ujar Erdawati.
Erdawati juga mengungkapkan bahwa, tersangka TE (19) kini telah diamankan di Polres Kepulauan Anambas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dirinya juga sempat bertemu dengan ayah korban yang ternyata saat itu dipanggil oleh Polres Kepulauan Anambas untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus tindakan asusila yang terjadi pada anaknya.
"Tadi saya sempat bertemu dengan ayah korban yang ternyata dipanggil oleh Polres untuk dimintai keterangan sebagai saksi, kita bercerita tentang kasus asusila yang dialami anaknya, tentang bagaimana sekolahnya nanti," papar Erdawati.
Selain itu, mengingat korban yang masih bersekolah, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk bagaimana agar korban tetap dapat melanjutkan sekolahnya.
"Tadi itu juga yang kita bahas dengan ayah korban, kami kasih masukan juga, kami menyarankan agar si anak dapat terus melanjutkan pendidikannya, tapi demi menghindari indikasi buli yang biasa terjadi di sekolah, kami sarankan agar si anak bersekolah di rumah saja atau homeschooling," pungkasnya.
Pihaknya juga sangat mendukung kepolisian agar dapat mengusut secara tuntas kasus asusila tersebut sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.
"Kami meminta dan berharap agar pihak penyidik kepolisian mengusut tuntas kasus ini guna penegakan hukum yang berkeadilan dan bisa menjadi efek jera bagi pelaku," harapnya.(Johanda)



















































