- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Satreskrim Polres Anambas Ungkap Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Keterangan Gambar : Pelaku saat dimintai keterangan oleh penyidik.
MELAYUNEWS. COM, ANAMBAS - Satreskrim Polres Kepulauan Anambas mengamankan seorang pria pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur berinisial PA (25) pada hari hari Selasa (04/03/2025), Kamis (06/03/2025)
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., melalui Kasatreskrim Polres Kepulauan Anambas, IPTU Alfajri, S.H., menjelaskan dimana perbuatan pelaku terbongkar, yang dimana pada saat itu korban (bunga) tertangkap pada saat Operasi Antik di salah satu penginapan di Tarempa.
"Untuk pelaku PA pada hari Selasa sudah kita amankan, pelaku pada saat diperiksa oleh penyidik mengakui perbuatannya," ujar Kasatreskrim
Kasatreskrim Polres Kepulauan Anambas, IPTU Alfajri, S.H., menuturkan kejadian tersebut berawal pelaku PA meminta cewek kepada saudara ZI, dimana pada saat itu saudara ZI menawarkan korban (bunga) kepada pelaku PA.
"Setelah melakukan nego dengan harga sebesar Rp. 500.000 ( Lima ratus ribu rupiah ), pada hari Jumat tanggal 21 Februari 2025, korban (bunga) menghubungi pelaku PA untuk menanyakan apakah masih ingin melakukan hubungan badan, dan pelaku PA mengiyakan," ucap Kasatreskrim.
"Dari keterangan pelaku kepada penyidik, pelaku dan korban (bunga) bertemu di jalan Pattimura untuk memberikan uang senilai Rp. 500.000 kepada korban (bunga) dengan tujuan untuk mengambil kamar dan merental motor," jelasnya
"Pelaku mengakui dimana melakukan hubungan badan terhadap korban (bunga) sebanyak 2 (dua) kali, dan setelah itu pelaku pergi meninggalkan korban (bunga) dikamar tersebut, karena pada saat itu pelaku sedang ada kerja," ungkap Kasatreskrim
Kemudian setelah mendapati laporan tersebut lalu orang tua korban (bunga) tidak terima dan melaporkan pelaku PA ke Polres Kepulauan Anambas pada hari selasa tangal 25 Februari 2025.
Saat ini pelaku PA sudah diamankan dan ditahan di Polres Kepulauan Anambas, dan petugas juga sudah mengamankan beberapa barang bukti yang ada.
Kasatreskrim Polres Kepulauan Anambas, IPTU Alfajri, S.H., menambahkan untuk pelaku PA akan disangkakan Pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
"Untuk pelaku terancam hukuman 5 (lima) tahun penjara dan paling maksimal 15 tahun penjara," tutur Kasatreskrim
Kasatreskrim Polres Kepulauan Anambas, IPTU Alfajri, S.H., tidak lupa menghimbau kepada orangtua untuk selalu aktif mengawasi perkembangan dan pergaulan anak, sehingga pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur bisa dihindari.
"Pengawasan penuh harus dilakukan orangtua terhadap anak. Jangan sampai anak menjadi korban,"tegas Kasat Reskrim.(red).


















































