- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Sandiaga Uno Kunjungi Dekranasda Kota Batam, Sebut Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Keterangan Gambar : Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno (kiri, depan) saat melihat dan memegang langsung Batik Batam didampingi Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi (kanan, baju hijau motif batik) dan Walikota Batam, Muhammad Rudi (tengah, kemeja putih). (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno menyempatkan diri mengunjungi Dekranasda, disela kunjungan kerjanya di Kota Batam. Sandiaga datang mengenakan batik asli Batam dengan motif sirih junjung, warna biru muda. Disambut langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi dan juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam.
“Batik Batam sangat nyaman dipakai dan sangat layak, kita kemas sebagai batik unggulan,” kata Sandiaga, Jumat (22/1/2021) kemarin.
Pihaknya yakin dengan produk yang dihasilkan pengrajin lokal, Batik Batam bisa masuk pasar ekspor. Kemenparekraf katanya, akan mendukung penuh pengembangan Batik Batam tersebut.
Pada kesempatan itu, Sandiaga juga memberikan apresiasi atas peran dan komitmen Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam yang selama ini mengakomodir serta melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Kemenparekraf tengah menyiapkan program beli kreatif lokal. Mudah-mudahan program ini juga bisa menjadi tempat untuk pengembangan Batik Batam,” katanya.
Sementara, Ketua Dekranasda Kota Batam Marlin Agustina Rudi mengatakan, saat ini di Kota Batam ada sekitar 20 pengrajin Batik Batam. Kemudian ada 16 hasil karya yang sudah memiliki hak intelektual.
Marlin juga menyampaikan Dekranasda memiliki banyak binaan pelaku UMKM dan juga pelaku ekonomi kreatif di Batam. Tak hanya Batik Batam saja tapi juga ada pengrajin tenun, songket dan lainnya.
“Salah satu lokasinya, ada di Pulau Ngenang, Nongsa,” katanya.
Saat ini di pulau tersebut, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada penduduk setempat untuk membuat home stay. Sehingga para wisatawan yang datang nantinya bisa menginap di home stay yang dikelola langsung oleh masyarakat.
“Kita harap Kemenparekraf bisa terus mendukung kami. Karena salah satu kendala kami adalah keterbatasan pendanaan dan promosi,” ujarnya mengakhiri.
(ril)





































.jpg)












