- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Salat Tarawih Berjemaah Perdana di Tengah Wabah Pandemi, Wali Kota Batam: Saya Pesan Patuhi Protokol Kesehatan

Keterangan Gambar : Jemaah mendirikan salat tarawih berjemaah di Masjid Agung Batam, Senin (12/4/2021). Foto/ist
KORANBATAM.COM - Ratusan jemaah mendirikan salat tarawih perdana secara berjemaah di Masjid Agung Batam, Senin (12/4/2021). Selama pelaksanaan salat di tengah wabah Covid-19 tersebut, diterapkan protokol kesehatan secara ketat.
Jemaah yang hendak salat, terlebih dahulu dilakukan pengecekan suhu badan. Kemudian, jemaah yang mengenakkan masker dibolehkan masuk ke masjid. Tak hanya itu, saf salat diberi jarak antara jemaah satu dan lainnya.
Salat tarawih perdana di Masjid Agung Batam tersebut diikuti Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Sebelum melaksanakan salat tarawih berjemaah, Rudi berpesan kepada jemaah agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Kebijakan membolehkan salat tarawih berjemaah ini punya risiko. Saya berpesan, jangan sampai kebijakan ini justru meningkatkan jumlah pasien Covid-19,” ujar Rudi.
Rudi mengingatkan, jika nantinya kondisi Covid-19 di Batam justru memburuk, bisa jadi kebijakan membolehkan kegiatan beribadah akan ditinjau ulang atau berubah. Untuk itu, ia meminta jemaah semantiasa mengikuti semua prosedur yang diatur demi menekan penyebaran Covid-19.
“Tiga kali saya berpesan, patuhi protokol kesehatan. Mari sama-sama memakai masker, jaga jarak,” ujarnya.
Rudi juga menyampaikan, bagi jemaah yang merasa badan tidak bugar, diminta memisahkan diri dari jemaah lain. Hal itu dinilai lebih baik untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Yang tahu kondisi kita, ya kita sendiri. Kalau merasa tak sehat lebih baik keluar. Menjaga orang lain agar tidak tertular penyakit, pahalanya besar,” kata Rudi.
Wali Kota berharap, dengan kebijakan boleh menjalankan kegiatan beribadah berjemaah ini sebagai upaya pemerintah mengobati rasa rindu jemaah dalam beribadah bersama di Bulan Ramadan. Untuk itu, jemaah mematuhi aturan atau panduan yang sudah dibuat pemerintah.
“Pengurus masjid diminta menegur jemaah yang mengabaikan protokol kesehatan demi kenyamanan kita bersama,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Agung Batamcentre, Firmansyah, melaporkan rangkaian kegiatan selama Ramadan 1442 Hijriah. Selama bulan suci ini, Masjid Agung akan melaksanakan salat tarawih berjemaah sebanyak 20 rakaat ditambah tiga rakaat salat witir.
“Kita menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan kegiatan di Masjid Agung Batam,” ujarnya.


















































