- Ketua DPRD Anambas: Turnamen Sepakbola Berdampak Positif Terhadap Pelaku UMKM
- Jajaran Polsek Siantan dapat Pembekalan Bahasa Inggris
- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
Rudi Ajak Peran Serta RT dan RW Putus Mata Rantai Covid-19

Keterangan Gambar : Pemotongan tumpeng oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi (tengah, kemeja lengan panjang biru) dalam acara pelantikan pengurus pengurus RW XII dan RT III Perumahan Oma, Baloi Permai, Batam Kota. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Walikota Batam, Muhammad Rudi mengajak Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW) menjadi pioner penggerak masyarakat untuk andil memutus penyebaran Covid-19. Rudi meyakini kesadaran kolektif dapat mempermudah penanganan pandemi ini.
“Terkait Covid ini, saya titip mari kita sama-sama memutus penyebarannya,” kata Rudi, saat menghadiri pelantikan pengurus RW XII dan RT III Perumahan Oma, Baloi Permai, Batam Kota, pada Minggu (24/1/2021) kemarin.
Sembari vaksinasi yang telah dimulai beberapa waktu lalu, Rudi kembali mengingatkan agar Protokol Kesehatan (Protkes) dapat tetap dilakukan. Salah satu dari Protkes yakni menjaga imunitas dengan rajin berolahraga.
“Pak RT/RW terpilih ajak masyarakat gerak (olahraga), manfaatkan waktu libur Sabtu-Minggu,” pesannya.
Menurutnya, tidak hanya sehat bahkan jadi saran bersilaturahmi antar warga. Ia mengaku dirinya melakukan hal yang sama di sela-sela tugas sebagai walikota dan Kepala BP Batam.
“Kalau sering olahraga, imun kita naik. Ini adalah salah satu upaya kita terhindar dari penyakit ini,” ujar dia.
Tidak hanya itu, istirahat yang cukup dan pola makan juga perlu diperhatikan. Dengan manajemen waktu yang baik upaya-upaya ini ia yakini dapat dilakukan.
“Makan sehat itu, tak perlu mahal. Jangan kira karena saya Walikota makannya mahal-mahal seperti daging. Saya bapak-ibu, suka makan tahu, tempe dan sayur,” kata Rudi.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 memukul aktivitas perekonomian. Hal ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Sisi lain, pendapatan daerah juga terseret alhasil pembangunan terganggu.
Rudi selalu mengingatkan semua elemen masyarakat dalam setiap kegiatan yang ia hadiri, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan sehingga ekonomi kembali menggeliat.
“Covid ini membuat ruang gerak kita terbatas dan ekonomi terganggu. Untuk itu mari kita atasi,” ajak Rudi, beberapa waktu lalu.
(ril)

















































