- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Reskrim Polsek Bengkong Ringkus Dua Penadah Curanmor

Keterangan Gambar : Keterangan gambar: 5 Motor hasil curian disita di Mapolsek Bengkong, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2025). /ham
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Unit Opsnal Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor Bengkong, Kota Batam meringkus 2 tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Masing-masing di antaranya berperan sebagai penerima sepeda motor hasil curian atau penadah.
Dari tangan mereka, ikut disita 5 unit motor yang dicuri dari berbagai lokasi di wilayah Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
“Hendri Hutagaol (30 tahun) dan Ridwan Muhammad (27 tahun), 2 orang yang ditangkap ini adalah penampung barang curian atau penadahnya,” ucap Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan, Selasa (4/2/2025).
Marihot mengatakan, mereka ditangkap di lokasi yang berbeda pada Jumat (31/1) lalu. Dari tangan mereka, petugas mengamankan 5 motor berbagai merek, yakni Yamaha YZF-R15, Honda Vario dan tiga unit merek Honda BeAt.
“TKP pencurian ada di kosan wilayah Bengkong Baru, Kelurahan Bengkong Indah hingga Kampung Belimbing, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong,” beber Ex Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Barelang ini.
Setelah diamankan, Ridwan mengakui sering menerima motor curian yang kemudian dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan.
“Ridwan mengaku sering mendapat motor hasil curian tanpa legalitas dari beberapa rekannya yang kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan,” tuturnya.
Kasus tersebut masih terus dikembangkan. Polisi menelusuri barang bukti (BB) lain hingga memburu terduga pelaku atau eksekutor curanmor yang sudah dikantongi identitasnya.
“Sedangkan untuk pelaku utama yang menjual barang hasil curian kepada Ridwan sudah ditahan di Mapolsek Lubuk Baja dan ada 1 pelaku lagi yang saat ini kami masih buru (jual motor ke HH, red),” ujar dia.
Akibat ulahnya, para pelaku terancam Pasal 480 KUHP tentang Penadahan Barang Hasil Tindak Pidana.
“Saat ini terduga 2 pelaku penadah dan 5 unit motor hasil curian telah diamankan di Mapolsek Bengkong untuk diproses hukum lebih lanjut,” tandas Marihot.(ham/red).


















































