- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Pulau Setokok akan Dikembangkan Jadi Lahan Pertanian Cabai

Keterangan Gambar : Amsakar Achmad (ist)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Kota Batam kembangkan kebun khusus petani cabai di Pulau Setokok, Kecamatan Bulang. Pengembangan itu bertujuan untuk mengendalikan inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2022, inflasi Kota Batam sebesar 0,61 persen.
Hal itu terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan enam indeks kelompok pengeluaran.
Keenam indeks kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok transportasi naik 3,84 persen, kelompok makanan, minuman, tembakau naik 0,45 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,20 persen, kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,13 persen.
Kemudian kelompok kesehatan naik 0,05 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 0,03 persen.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi.
Salah satunya dengan melaksanakan evaluasi secara rutin dengan instansi terkait.
“Pak Mardanis (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam) dan Bank Indonesia sedang membuat kebun khusus untuk para petani cabai di Setokok, dan sekarang sedang mengembangkan lagi di titik lain," ujarnya, Rabu (24/8).
Menurut Amsakar, kenaikan harga komoditas strategis di Batam disebabkan beberapa faktor.
Di antaranya terjadi perubahan cuaca yang ekstrem dan jalur distribusi yang tidak mudah. (antaranews.com /PR)


















































