- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Penuhi Permintaan Sekolah, Kuasa Hukum PT CCCII: Percaya Puing Tidak Berbahaya

Keterangan Gambar : Surat permohonan bantuan dari pihak sekolah(ist)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Puing PT China Communications Contruction Industry Indonesia (CCCII) dipercaya tidak berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.
Puing yang diberikan PT CCCII tersebut untuk melakukan penimbunan di lingkungan Sekolah Dasar Negeri 012 Sagulung aman.
Dan puing yang digunakan untuk mengatasi banjir dan lumpur itu pun sesuai dengan permintaan dari SDN 012 Sagulung.
Dijadikan timbunan puing milik PT CCCII itu berdasarkan surat permohonan bantuan dari SDN 012 Sagulung dengan nomor 285/421.4/SD.VIII/2022.
Dalam surat permohonan bantuan sisa pecahan beton alias puing itu ditandatangani Kepala SDN 012 Sagulung, Imam dan Lurah Sungai Pelenggut.
Melalui surat itu, SDN 012 Sagulung mengajukan permohonan ini dengan pertimbangan banyaknya jalan yang rusak dan berlubang.
Dan kondisi ini, pihak sekolah kesulitan beroperasi didalam terutama pada saat kondisi hujan.
Untuk itu, pihak sekolah memerlukan sisa pecahan beton guna untuk pemerataan jalan yang rusak, berlubang, becek dan berlumpur.
Menyikapi permohonan bantuan SDN 012 Sagulung ini, PT CCCII melalui kuasa hukumnya, Taufik menyebutkan adanya kepedulian sosial perusahaan terhadap lingkungan.
"Kita berikan puing itu untuk membantu sekolah. Ini bentuk kepedulian perusahaan. Bahkan, biaya pengangkutan kita tanggung," kata Taufik.
Lebih jauh, Taufik menyebutkan puing yang diberikan untuk mengatasi kesulitan lingkungan itu, dipercaya tidak berbahaya untuk lingkungan itu sendiri.
"Material puing itu aman bagi lingkungan. Tidak seperti yang disampaikan dalam pemberitaan yang ada," katanya.(rls/red)


















































