- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Pengacara Sesalkan Oknum Polisi Seharusnya Mengayomi Masyarakat, Malah Mengancam Pekerja

Keterangan Gambar : Hotber Tua Panggabean bersama Judith Desy Manalu, SH mendampingi 4 orang saksi pemeriksaan kasus pengancaman pekerja oleh oknum Polisi di Direktorat Reserse Kriminial Polda Sumatera Utara. Selasa 6/11/2024
MELAYUNEWS.COM, MEDAN - Kasus pengancaman pekerja oleh oknum Polisi di kebun sawit milik Hotber Tua Panggabean terus berlanjut. Hari ini, Selasa 6/11/2024 Direktorat Reserse Kriminial Polda Sumatera Utara memeriksa 4 orang saksi. Saksi tersebut adalah T, S, AG dan FB yang merupakan pekerja dan pengemudi truk pengangkut sawit di kebun milih Hotber Tua Panggabean.
Kuasa Hukum Hotber Tua Panggabean, Poltak Silitonga, SH. MH diwakili Judith Desy Manalu, SH memaparkan kronologis singkat pengancaman yang dilakukan oleh oknum Kanit Intel di Polsek Barumun.
" Empat orang saksi yang hadir hari ini merupakan saksi yang melihat langsung kejadian yang melihat pengancaman, saat itu mereka datang sebanyak 14 orang yang terdiri dari 7 sepeda motor serta membawa senjata tajam berupa parang panjang," papar Desy.
Judith Desy Manalu memaparkan terlapor juga sudah diperiksa. Menurutnya selaku kuasa hukum kasus ini akan duduk perkaranya yakni tindak pidana pengancaman, pasal 335 KUHPidana.
Ia juga berang seharusnya seorang pengayom masyarakat itu tidak selayaknya berbuat begitu.
" Kita berharap proses hukum segera berlanjut dan tersangka segera ditetapkan, agar perkara segera digelar. Seorang Polisi seharusnya mengayomi masyarakat, ini malahan mengerahkan masyarakat menakuti pekerja," ucap Desy.
Menurut Desy, hingga saat ini belum ada upaya mediasi, karena belum ada pertemuan antara pelapor dan terlapor.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi melalui Kasubdit Penmas AKBP Sonny W Siregar saat dikonfirmasi jurnalis mengatakan kasus sedang berproses.
"Masih berproses ya," jawabnya singkat. (HM/PE)





































.jpg)












