- Sertifikat Lama Tak Berlaku Lagi, SMSI Kepri Wajibkan Anggota Daftar Ulang
- Dasboard SILINA MANJA Pemkab Anambas Resmi Diluncurkan, Kinerja Organsasi Semakin Terarah dan Terukur
- Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media
- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
Pemko Batam Maksimalkan PAD Melalui Transaksi Non Tunai

Keterangan Gambar : Rapat Rencana Implementasi Nontunai QRIS pada Jasa Perdagangan se-Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, pada Selasa (29/12/2020). (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2021 dengan penerapan nontunai. Dengan begitu, PAD diyakini akan meningkat signifikan.
“Ada beberapa retribusi yang masih menerapkan tunai. Sehingga tahun depan, ditargetkan sudah melalui nontunai,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, saat memimpin rapat Rencana Implementasi Nontunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Jasa Perdagangan se-Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, pada Selasa (29/12/2020).
Dikatakannya, adapun retribusi yang belum menerapkan nontunai tersebut persampah dan parkir tepi jalan. Ia meminta, agar dua potensi pendapatan Batam ini juga menerapkan nontunai melalui QRIS.
“Kita sudah konsen menerapkan nontunai ini sejak Tahun 2016, ditambah program terbaru dari BI (Bank Indonesia) melalui QRIS, perlu kita maksimalkan sistem nontunai ini,” ujarnya.
Selain itu, ia pun menggesa (percepat) agar implementasi QRIS di Batam segera diterapkan di sektor perdagangan di Batam. Ia mengaku, baru beberapa pasar saja yang mulai menerapkan QRIS. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, ia meminta semua pasar di Batam harus menerapkan transaksi nontunai melalui QRIS.
“Baru dua (2) pasar saja, setelah kemarin kita luncurkan QRIS bersama Walikota Batam, H Muhammad Rudi. Semua harus menerapkan ini, pasar yang dikelola pemerintah maupun yang dikelola swasta,” ujarnya.
Ia menyampaikan, melalui nontunai tersebut selain efisien, juga sangat aman. Ia mengatakan, pemegang uang tidak khawatir kecopetan ataupun mengalami kejahatan lain, karena tidak ada uang tunai di tangan.
“Jadi perlu disegerakan penerapan QRIS ini. Lagi pula sistem ini sangat cocok diterapkan di masa Covid-19 agar tidak ada penyebaran virus melalui uang tunai,” kata dia.
(ril)





































.jpg)












